Because It’s You (Saranghae) [Intermezzo]

ul-300x192

Title: Because It’s You (Saranghae) Part 10 || Author: Keyindra || Cast:  Yesung Super Junior,Yuri SNSD, Yoona SNSD, Siwon Super Junior. || Support Cast: Donghae Super Junior, Woohyun Infinite || Disclaimer: this FF is owned by my self,  all cast borrow by GOD, The Family, and SM Entertaiment || inspirate by novel, K-drama, music, MV, etc || Dont copy paste them without my permission. So please don’t be a silent readers. || Credit Poster by Hyeri Putri Artwork

“Yoong..”

“bolehkah aku masuk?.” Lelaki itu mengangguk.

“apa yang membawamu kemari?.”

“bisakah aku sembuh dari prospanogsia yang kuderita?.”

“maksudmu?.”

“dampak dari kecelakaan yang pernah kita alami. Sampai kapan aku bisa mengembalikan semua ingatanku?.”

“ku mohon Kim Jongwoon. Sembuhkan aku dari penyakit sialan ini. Aku ingin mengingatnya, mengingat semua masa laluku.”

“Yoong..”

“jeball..hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku..”

***

Penyesalan memang datang terlambat, kata maaf pun sulit untuk diterima. Takdirnya memang menggariskan dirinya untuk seperti ini saat semuanya sudah terjadi dan tak dapat diubah. Wanita itu masih terdiam dengan tatapan kosong nan sayu. Sorot matanya menggambarkan sebuah penyesalan. Apakah ia layak untuk dimaafkan?. Entahlah rasanya ia merasa dirinya kini hanya wanita jalan dan hina tak pantas untuk hidup. Berkali-kali ia usap matanya yang tak berhenti mengeluarkan cairan bening, menahan sesak didada.

“Lee Hana..”

Wanita itu tutup mulutnya menahan suara tangisnya. Rasa penyesalan kini menyergap dirinya tanpa sepengetahuan gadis kecil tersebut.

“kau tumbuh dengan baik. Maafkan eomma yang sama sekali tak mengenalmu..”

***

“baiklah kita pergi ke New York. Jika itu memang yang kau inginkan.” Perkataaan sambungan telpon ia putus dengan helaan napas panjang membuang rasa penat yang mendera. Entahlah apakah ini benar atau salah ia pun tak tahu.

“ada apa Oppa?.” langkah kaki wanita itu menghampiri sosok lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya. Ia bantu melepas dasi yang masih menggantung di leher pria itu.

“aku akan pergi ke New York selama dua minggu ke depan!.”

“New York?.”

“mianhae yeobo kalau aku telat memberitahumu, tapi rumah sakit mengirimku ke New York untuk mengikuti study banding ilmu bedah.” Ia yakin jika ini sangatlah jahat ketika mulut itu dengan mudah mengatakan kebohongan.

Tidak seperti biasanya, kata New York membuat Yuri seperti merasakan ada sesuatu yang janggal, ini bukan kali pertama Yuri ditinggal pergi ke luar negeri oleh suaminya. Namun itu mungkin hanya firasanya saja. Sedikit kecewa memang ketika ucapan itu terlontar dari mulut Kim Jongwoon, namun ia paksakan senyuman kecil itu. “iya, arraseo. Apapun itu kau melakukannya yang terbaik.”

“perlu aku siapkan semuanya?..”

“tak perlu…nan kanda..seperti biasa aku akan menyiapkan keperluanku sendiri untuk pergi ke New York.” ucap sang suami yang menepis pelan tangan Yuri selembut mungkin.

“Seperti biasa? Bahkan ini pertama kalinya. Kim Jongwoon…Ada apa denganmu?. Apakah ini benar-benar dirimu. Siapa kau sebenarnya. Apa benar itu kau oppa..” Guman Yuri membatin diam.

“kau berubah.” Lirihnya. Kwon Yuri tersenyum kecut memandang sosok lelaki yang kini baru saja melangkah pergi meninggalkannya, dapat ia rasakan jika kini lelaki bermarga kim itu semakin hari sikapnya berbeda.

**

“eoommm..ma..”

Tubuh itu mendadak membeku seketika, saat kata sakti itu terlontar dari mulut kecil Lee Hana. Ia tak percaya, Yoona tak percaya jika di depannya kini adalah sosok yang ia rindukans elama ini.

Andai kalau ini bukan mimpi andai—

**

“kau tidak pulang semalaman?.” Tegurnya. Terdengar peduli memang tapi yah seperti biasa ia hanya melengos dan pergi begitu saja tanpa ada sepatah kata sahutan untuk Yoona. Entahlah sudah berapa lama sikap pria itu berubah 180 derajat terhadapnya. Choi Siwon, pria itu terlalu bimbang dengan perasaannya.

“Kau mengulanginya dan membahasnya lagi?!.” Suara itu pun mulai meninggi seiring dengan tatapan tajam yang diarahkan Yoona pada seorang Choi Siwon.

“pergilah..aku sedang tak ingin diganggu.” Siwon alihkan wajahnya sejenak. Ia pandang sekilas wajah Yoona.

“aku lelah. Lelah dengan semua ini. Sampai kapan kau akan menyalahkanku atas semua ini?!.”

“sudahlah. Bukankah aku berhak atas dirinya. Aku juga ibunya?!.” Ucapnya. Peduli apa jika Siwon akan marah padanya.

Siwon berhenti sejenak. Ia kembali memandang Yoona datar. “Sudah cukup?” tanyanya “Jika sudah, pergilah. Lakukan semaumu. Terserah aku sudah tak peduli lagi.” keacuhan itu kali ini mampu membuat Yoona mengeluarkan kalimatnya lagi.

“Choi Siwon!!.” Teriak Yoona tepat didepan muka lelaki itu

“aku bukanlah wanita sepicik itu!. Kau tahu bagaimana menderitanya aku dulu saat penyakit hilang ingatan Prospagnosia sialan itu menggeroti semua memory ingatanku?. Aku juga sama menderitanya!. Jika Kwon Yuri terluka akan semua ini, lalu apa yang kurasakan!. Aku jauh terluka!. Dia putriku, tapi hatinya masih ragu akan kehadiranku. Apa aku salah jika mempertahankannya. Apa kau bisa merasakannya?!.”

**

“eomma..”

“baguslah jika kalian sudah berada disini dan berkumpul. Jadi eomma tidak perlu bersusah payah menemui kalian sendiri-sendiri. Tidak perlu berbasa-basi, langsung saja!.”

“kalian akan bercerai, jadi persiapkan diri kalian untuk sidang minggu depan di pengadilan!.” Kedua mata Yoona membulat sempurna ketika dia dengar nyonya Choi menyebut kata perceraian secara jelas.

“eomma tidak bisa mengambil keputusan seorang diri.” Choi Siwon berucap sengit menatap sang ibu.

“bukankah eomma sendiri yang menjodohkanku dan merestui pernikahan kami?!. Lalu kenapa sekarang secara sepihak eomma mengambil keputusan gila ini?!.” Tegas Siwon mencoba mempertahankan mahligai pernikahannya dengan Yoona.

***

“eomma…Abeojie..Hyunie?!.” Jongwoon memekik cukup keras memanggil 3 orang yang berwajah cemas—napasnya cukup tersengal.

“sebenarnya apa yang terjadi dengan Kwon Yuri?!.”

“Yuri melahirkan lebih awal dari perkiraan. Dia mengalami pendarahan karena kontraksi yang cepat dan sering.” Waktu berjalan dari menit kemenit. Doker yang menangani Yuri tak kunjung keluar juga, terasa begitu lambat dan mampu membuat ia mengerang dalam batinnya.

***

FINISHED! IT’S FINISHED! IT’S FREAKING DAMN FINISHED! FINALLY YEAYYYY!!!

Well, here’s the summary of all part to finish. hope so like it of intermezzo PART. maaf sebesar-besarnya pada semua readers yang uda setia nungguin. maaf hingga hari ini belum bisa update next part soalnya aku pengen fokus sama skripsi dulu biar bisa lulus kuliah.. maaf banget ya..mungkin kalian kecewa sama saya, intermezzo ini dapat menjadi kerangka sapai part final. Saya janji InsyaAllah bakalan melanjutkan ceritanya..

thanks all..

41 thoughts on “Because It’s You (Saranghae) [Intermezzo]

  1. yakk, unnie.. buruan update aku kehabisan stock bacaan tau, aku udh nunggu” bgt unnie… please updateeeee

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s