My Last (Chapter 5)

my-last-request-dkjung1

My Last (Chapter 5)

Written by DkJung

Poster by Junnie!ART

Main Casts : [Infinite] Kim Myungsoo | [A Pink] Son Naeun | [Infinite] Lee Sungjong

Support Casts : [Beast] Lee Gikwang | [Girl’s Day] Bang Minah

Genre : Romance | Length : Chaptered | Rated : Teen

>< 

Kim Myungsoo, lelaki tampan yang terlibat cinta segitiga, dimana ia harus memilih antara menjadi lelaki normal atau gay, dengan memilih Son Naeun atau Lee Sungjong.

 

Teaser > Chapter 1 > Chapter 2 > Chapter 3 > Chapter 4

>Chapter 5<

Mwo?”

“Berkencan, Oppa. Apa kedengarannya aneh? Bukankah kita ini sepasang kekasih?” tanya Naeun.

Myungsoo menghela napas. Ia berdiri lalu berjalan hingga berhenti tepat di depan tembok pembatas rooftop. Sementara itu, Naeun langsung menyusul Myungsoo.

Oppa belum menjawabku,” ujarnya begitu ia berdiri tepat di sebelah Myungsoo.

Shireo.”

Wae? Oppa, kita ini kan sedang berpacaran! Kita sudah seharusnya berkencan!”

“Tapi aku tidak mau.”

“Apa aku harus membongkar rahasia Oppa dulu, baru Oppa mau berkencan denganku?” ancam Naeun.

Lagi-lagi, Myungsoo mau tidak mau harus menuruti permintaan Naeun. Entah sampai kapan ia harus terus menuruti gadis yang tengah tersenyum ke arahnya ini. Sungguh, ingin rasanya ia lari sejauh-jauhnya dari Naeun dan tinggal di sisi Sungjong. Seandainya saja orang tuanya tidak perlu pindah kerja, ia tidak perlu pindah rumah hingga bertetangga dengan gadis menyebalkan bernama Son Naeun. Tapi apa boleh buat? Semua sudah terjadi. Yang harus ia jalani sekarang hanyalah menjadi kekasih Naeun. Walaupun ia tidak ingin melakukannya.

Arrasseo, aku mau berkencan denganmu.”

Mendengar jawaban Myungsoo, Naeun langsung tersenyum lebar.

Assa! Keurom, besok kutunggu jam 10 di depan rumah, ya? Aku yang membawa mobil, tenang saja.”

Mworae.”

“Aku ke kelas dulu, Oppa. Jangan merindukanku, ya!” seru Naeun sambil berlari meninggalkan Myungsoo yang hampir muntah mendengar perkataan terakhir gadis itu.

“Tidak akan pernah terlintas sedikitpun di pikiranku untuk meirindukanmu, dasar gadis aneh.”

>><<

Myungsoo tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir di depan pagar rumahnya karena menunggu Naeun terlalu lama. Entah apa yang dilakukan gadis itu hingga harus membuat Myungsoo menunggu. Hari ini memang jadwal kencan pertama mereka, ya, walaupun Myungsoo sendiri masih tidak percaya dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini. Rasanya, terus-menerus berada di dekat Naeun bisa membuatnya gila.

Akhirnya, setelah menunggu lebih dari tiga puluh menit, barulah pagar rumah Naeun terbuka. Tampak sosok Naeun yang baru memunculkan kepalanya saja. Ia merasa takut untuk berhadapan dengan Myungsoo karena telah membuat lelaki itu menunggu terlalu lama.

Ya! kenapa lama sekali? Kau tidak lihat ini sudah jam berapa? Kau sendiri yang minta kita janjian jam satu, kan? Kau harus bisa komitmen!” ucap Myungsoo kesal.

Naeun yang mendengar perkataan Myungsoo hanya bisa merasa bersalah. Ia memang tidak seharusnya tertidur tadi. Akibatnya, ia terlambat untuk bersiap-siap kencan dengan Myungsoo, padahal ia sendiri yang merencanakannya.

Mianhae, Oppa,” ujar Naeun merasa bersalah.

Sementara itu Myungsoo hanya menghela napas sekilas lalu segera memasuki mobil pemberian ayahnya itu. Naeun yang melihat hal itu masih terdiam di tempat hingga sura klakson mobil langsung mengejutkannya.

“Cepat naik! Aku yang membawa mobil!” seru Myungsoo.

Naeun pun langsung berlari menuju pintu di sebelah kemudi, lalu masuk dan duduk di sebelah Myungsoo. Setelah pintu mobil terkunci, Myungsoo menunda untuk menginjak gasnya ketika melihat Naeun masih terdiam dan belum memakai sabuk. Tampaknya, gadis itu masih melamun. Ia masih sibuk berpikir bagaimana caranya membuat Myungsoo sembuh melalui kencan mereka hari ini.

“Kau tidak bermaksud menyuruhku memakaikanmu sabuk, bukan?” tanya Myungsoo, seolah bisa menebak keinginan Naeun.

Naeun hanya tersenyum lebar lalu segera memakai sabuk pengamannya.

Kajja! Kita habiskan hari ini bersama, Oppa!” ucap Naeun yang kembali ceria.

Myungsoo tidak berniat sedikitpun untuk meladeni perkataan Naeun yang baginya tidak penting itu. Ia pun segera menjalankan mobilnya. Namun, baru saja beberapa meter mereka meninggalkan rumah, Naeun sudah menghalangi pandangan Myungsoo dengan selembar kertas yang cukup panjang. Myungsoo langsung mengerem mendadak.

Mwoya?” tanyanya.

“Ini daftar tempat dan kegiatan yang akan kita lakukan hari ini!”

Mwo? Sebanyak ini? Kau pasti sudah tidak waras ya? Aku rasa sebaiknya di hari pertama kita hanya akan makan bersama saja.”

“Makan? Tidak asik sekali. Lebih baik kita menonton film. Kau sudah lihat, kan di daftar itu? Tujuan utama dari kencan kita adalah menonton film, lalu kita ke toko dvd, lalu ke taman bermain, dan terakhir baru kita makan.”

“Ah, terserah kau saja.”

Myungsoo akhirnya memilih untuk tidak mengambil pusing soal kencannya dengan Naeun itu. Lagipula, ia tidak menganggapnya terlalu serius. Yang perlu ia lakukan hanya tinggal mengikuti gadis itu saja.

>><<

Myungsoo dan Naeun akhirnya tiba di bioskop. Naeun langsung berlari menuju tempat memesan tiket. Ia sengaja tdak mengajak Myungsoo agar bisa memilih film sesukanya. Ia pun memilih film dengan genre sad romance.

Naeun memang berencana untuk sering mengajak Myungsoo menonton film romantis. Siapa tahu, lelaki dingin itu bisa tergerak hatinya untuk mencintai seorang perempuan suatu hari nanti.

“Ini tiketnya, lebih baik sekarang kita beli camilan dulu, filmnya masih tiga puluh menit lagi,” ucap Naeun sambil menyodorkan tiket pada Myungsoo.

Myungsoo tidak membaca judul film yang tertera pada tiket itu melainkan langsung mengambilnya. Sepertinya, ia memang tidak peduli dengan film apa yang dipilihkan Naeun. Yang akan ia lakukan hanya menuruti Naeun hari ini.

>><<

“Berhenti mencemaskannya, mungkin dia sedang berkencan dengan seorang gadis,” ujar Sungyeol setelah melihat wajah murung Sungjong.

Sejak tadi, Sungjong tidak berhenti menatap layar ponselnya. Mungkin, ia sedang menunggu panggilan dari Myungsoo, namun lelaki itu tidak juga menghubunginya. Ia curiga Myungsoo sedang berkencan dengan seorang gadis. Tapi sebisa mungkin ia menghilangkan prasangka itu.

“Dia tidak mungkin berkencan dengan seorang gadis, dia kan hanya suka denganku,” jawab Sungjong.

Sungyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar perkataan temannya yang sedang menginap di rumahnya itu.

“Kau seharusnya cepatlah sadar, mana mungkin kau akan terus seperti ini? Kau tahu kan, Yein sudah mulai meminta maaf padamu, kenapa kau belum juga bisa memaafkannya? Dia gadis baik, seharusnya kau bersyukur dia masih mau denganmu! Dia bahkan sudah tahu keadaanmu sekarang, tapi dia masih mau bersamamu, karena dia masih mencintaimu, sadarlah.”

“Kenapa akhir-akhir ini kau selalu membahas tentangnya? Aku muak mendengar namanya tau! Bisakah kau tidak usah membicarakannya?”

“Aku tidak akan berhenti memperingatkanmu, Sungjong-ah, kau adalah teman terbaikku, aku tidak ingin kau terus-menerus seperti ini. Aku sedih melihatmu.”

TING NONG TING NONG

“Berhenti menceramahiku, kau ada tamu,” ucap Sungjong begitu mendengar bunyi bel rumah Sungyeol.

Tanpa berkata apa-apa, Sungyeol langsung berlari kecil keluar kamarnya untuk membukakan pintu. Tak lama kemudian, Sungyeol kembali ke kamarnya bersama dengan seorang gadis di sebelahnya. Hal itu membuat Sungjong terkejut setengah mati.

Ya! Mwoya?”

“Yein bilang ingin bertemu denganmu, Sungjong-ah, tolong terimalah dia sekali ini saja,” ujar Sungyeol.

Shireo. Bagaimana bisa kau membiarkan gadis jalang seperti ini masuk ke rumahmu?”

Ya, Lee Sungjong, jaga perkataanmu itu! Kau bisa melukai perasaan Yein!”

“Apa peduliku kalau perasaannya terluka? Dia bahkan tidak peduli ketika perasaanku hancur dua tahun yang lalu. Untuk apa sekarang aku harus peduli?”

Oppa, mianhae,” ucap Yein. Gadis itu menatap Sungjong penuh harap.

“Mau apa kau ke sini? Kenapa kau tidak berkencan dengan kekasih gelapmu saja? Bukankah cuaca hari ini cerah?” tanya Sungjong sinis.

Oppa.”

“Kau, pergilah, atau aku yang akan pergi,” ucap Sungjong dengan nada yang serius sambil menatap Yein tajam.

Keunde, Oppa, ada yang harus ku–“

“Kuhitung sampai tiga.”

Oppa–“

“Satu, dua, tiga. Baik, aku yang akan pergi.”

Sungjong pun pergi meninggalkan rumah Sungyeol saat itu juga. Sementara Yein lagi-lagi hanya bisa mengeluarkan tangisnya. Entah harus bagaimana lagi caranya untuk membuat Sungjong memaafkannya. Rasanya sulit sekali, bahkan semakin sulit.

“Sebaiknya kau pulang saja, Yein-ah,” ucap Sungyeol.

>><<

Myungsoo yang saat itu tengah pergi ke wc, tak sengaja menjatuhkan ponselnya di bangku sebelah Naeun tempat mereka menunggu teater dibuka sebelum film mereka dimulai. Naeun yang mengetahui hal itu menjadi penasaran. Bagaimana tidak? Sedari tadi banyak sekali suara ribut notifikasi dari semua aplikasi messenger dari ponsel Myungsoo. Karena penasaran dan ingin jahil Naeun pun membuka salah satu notifikasi dari LINE.

Hyung, kenapa kau tidak menghubungiku? Aku kesal padamu, apa kau sedang berkencan dengan seorang gadis hingga melupakanku? Nappeun!

Naeun mendadak merasa jijik setelah membaca pesan LINE dari Sungjong yang notabene adalah saingannya untuk bisa mendapatkan hati Myungsoo. Sayangnya hati lelaki itu masih dimiliki oleh Sungjong. Dan tujuan Naeun bukan hanya ingin memiliki Myungsoo tapi juga menyembuhkan lelaki itu menjadi lelaki normal kembali.

Akhirnya, karena berniat jahil, Naeun pun membalas pesan dari Sungjong tersebut.

Keurae, aku memang sedang berkencan dengan seorang gadis yang cantiknya tiada tara, manis, lucu, menggemaskan, anggun, dan sempurna. Pokoknya, aku sangat beruntung bisa berkencan dengannya.

Naeun terkekeh pelan sambil mengirim pesan tersebut. Tak lupa, ia juga mengirimkan selfie-nya yang ia lakukan dengan ponsel Myungsoo agar Sungjong cemburu. Naeun memang gadis yang sangat jahil. Setelah membaas pesan dari Sungjong, ia menaruh kembali ponsel Myungsoo ke posisi semula ketika Myungsoo tidak menyadari ponselnya jatuh saat duduk.

“Hm, rasakan itu, dasar Sungjong jelek!” umpat Naeun.

Beberapa menit kemudian, pintu teater tempat mereka menonton film telah dibuka, begitu juga Myungsoo yang telah kembali dari wc. Setelah menemukan tempat duduk, mereka berdua langsung duduk tanpa ada yang bicara sepatah katapun. Ketika film dimulai, adegan begitu romantis dimana kedua pemeran utama tengah berciuman di taman belakang sekolah mereka.

Melihat adegan pertama yang seperti itu, Myungsoo mendadak tegang.

Sial, gadis ini pasti sudah merencanakannya, pikirnya.

Tak hanya itu, di tengah-tengah film, terdapat adegan yang sedikit panas antara kedua pemeran utama. Myungsoo tak kuasa melihat adegan itu, tetapi juga ia tak bisa memalingkan wajah. Ia lalu melirik ke arah Naeun yang tengah menonton film dengan mata yang berkaca-kaca. Aneh memang gadis itu, bagaimana bisa di saat adegan panas antara sepasang kekasih ia justru menangis?

Ya, kau sengaja melakukan ini semua?” tanya Myungsoo.

“Lihatlah, Oppa, mereka tidak seharusnya berbuat sejauh ini, mereka kan masih siswa sma. Bagaimana jika dia hamil nanti?” ujar Naeun yang justru membahas soal film.

Myungsoo yang mendengar hal itu mulai kesal, ia hendak beranjak dari tempat duduknya namun Naeun menarik tangannya. Rupanya gadis itu sudah menebak bahwa Myungsoo pasti akan kabur.

“Sadarlah Oppa, tidak ada yang salah dengan film ini, kaulah yang salah.”

>><<

Naeun dan Myungsoo segera beranjak dari tempat duduk merka begitu film telah selesai. Keduanya langsung berjalan keluar dari teater. Selama berjalan di samping Myungsoo, Naeun terus memperhatikan wajah Myungsoo yang sangat sulit ditebak apa maksud dari ekspresinya itu. Yang pasti, Naeun tahu kalau Myungsoo sedang marah padanya.

Oppa, apa kau lapar? Aku rasa sebaiknya kita makan dulu sebelum ke toko dvd, eottae?” tanya Naeun sambil mengapit lengan Myungsoo secara paksa.

“Terserah kau saja.”

Wae? Kenapa nada bicaramu seperti itu? Oppa, kau marah?”

Myungsoo menghela napas sambil melepaskan tangan Naeun dari tangannya.

Ya, bukankah kau sudah tahu? Jangan pura-pura tidak tahu. Kau sengaja kan mengajakku menonton film seperti itu tadi? Apa maksudmu?”

Oppa, aku melalukan ini semua karena aku ingin Oppa segera sembuh, aku akan selalu berusaha mendekatkan Oppa pada hal-hal yang normal dan menjauhkan Oppa dari hal-hal yang berbau gay.”

“Kau ini, kenapa kau selalu membahas tentang hal ini? Sampai kapan pun, aku akan tetap mencintai Sungjong!”

Oppa pasti sudah gila! Bagaimana bisa kau menyukai seorang lelaki? Bagaimana kalian akan punya anak nantinya, huh? Apa Oppa tidak lihat film tadi? Apa yang bisa Oppa lakukan dengan Sungjong? Dia tidak akan memberimu apa-apa!”

“Jangan pernah bicara soal anak di hadapanku, karena kau sama sekali tidak tahu apa-apa. Kau tidak pernah merasakan bagaimana rasanya punya anak! Tidak semua orang bisa bahagia karena adanya anak, kau tahu?!”

Naeun terdiam. Kata-kata Myungsoo seolah mengandung makna yang tersirat. Tapi Naeun memilih diam, ia tidak ingin kencannya hari ini dengan Myungsoo harus hancur.

Moodku dari awal tidak bagus, dan sekarang benar-benar rusak. Aku bahkan tidak sanggup melihat wajahmu.”

Myungsoo merogoh saku celananya ketika ponselnya berdering. Ternyata ada pesan masuk di LINE dari Sungjong, kekasihnya.

Sepertinya kau memang tengah berkencan dengan seorang gadis. Dia cantik. Apa kau sudah sembuh? Kau jatuh cinta padanya? Gwenchana. Berhubungan jarak jauh memang tidak akan mudah. Apa mungkin kita akhiri saja hubungan kita? Entahlah, rasanya lelah jika aku hanya mengandalkan pesan darimu, itu pun kau sangat jarang mengirimnya. Seharusnya, kau bisa memikirkan perasaanku.

Myungsoo mengerutkan dahi. Ia lalu menscroll pesan yang sempat dikirm sebelum pesan masuk dari Sungjong. Ternyata, Naeun mengirim pesan pada Sungjong bahkan mengirim foto dirinya, sehingga Sungjong tahu wajah Naeun.

Ya, kau mau mati?” tanya Myungsoo dengan tatapan tajam pada Naeun.

Ne?”

“Kenapa kau gunakan ponselku tanpa izin? Dan bagaimana bisa kau mengirim pesan pada Sungjong tanpa sepengetahuanku? Kau pikir kau siapa? Kau tahu? Perbuatanmu ini sudah menyakiti perasaannya! Dan sekarang dia meminta untuk putus!”

Naeun tersenyum ketika mendengar Sungjong meminta untuk putus. “Itu bagus.”

Mwo?”

“Kita akan hidup bahagia berdua selamanya, Oppa.”

“Sudah berapa kali kubilang, aku tidak tertarik sedikitpun padamu.”

Oppa, apa kau tidak menyayangi kedua orang tuamu? Mereka yang menginginkan kita untuk berpacaran, mereka yang sudah menjodohkan kita! Tidak bisakah kau anggap hubungan ini sebagai hubungan untuk sekedar membahagiakan orang tuamu saja? Apa Oppa tidak ingin membahagiakan kedua orang tua Oppa?”

Myungsoo terdiam sejenak.

“Sebelum aku membahagiakan orang tuaku, tentunya aku harus membahagiakan diriku dulu, kau paham?” ucap Myungsoo lalu berlalu meninggalkan Naeun seorang diri.

Oppa!”

Percuma, Myungsoo tidak akan berbalik walaupun Naeun berteriak memanggilnya.

“Bagaimana bisa dia meninggalkanku begitu saja, wajahnya benar-benar menyeramkan.”

>><<

Youngji berjalan menghampiri NAeun yang masih duduk diam di bangkunya walaupun bel istirahat telah berbunyi. tidak biasanya gadis itu terdiam saat istirahat, biasanya Naeun selalu semangat untuk mengajaknya ke kantin, tetapi hari berbeda.

“Bagaimana kencanmu dengan Myungsoo Sunbae kemarin?” tanya Youngji.

“Hancur.”

“Sudah kuduga.”

Ya!”

“Sudah kuduga. Bila dalam suatu hubungan, wanita yang mengejar pria, pasti tidak akan berhasil. Kau itu perempuan, Naeun-ah, kau tidak seharusnya mengejar lelaki, lelaki lah yang harus mengejarmu. Caramu itu salah, kau tidak perlu mengemis cinta darinya. Yang harus kau lakukan adalah, buat dia mencintaimu. Jangan sampai harga dirimu jatuh sebagai perempuan.”

Naeun tampak berpikir. “Kau benar.”

>To Be Continued<

Maaf banget untuk chapter ini updatenya super lama. Mohon tetap tinggalkan komentar bila ingin dilanjut, seperti biasa^^

 

 

11 thoughts on “My Last (Chapter 5)

  1. Aisshh.. Jinjaaa ?? Kwkwkwk.. Lma thorr dri kmren bulak balik ksnii, akhirnya update juga hahah.. Daebakkkk konfliknya mkin dpt eh,, dududu aws ntar myung suka sma naeun pas naeun udh lelah sma myung oppa /? Kkkk~ next thorr fighting ☆L(´▽`L )♪

  2. ahh,,tbc x ganggu bget thor,,,story nya bikin greget ajah nie,,,mudah2an cpt smbuh yah myungjong,,,biar myungsoo nya jdi coupleannya ma naeun dehhh,,heheheh,,?!! lnjut thor story nya,,fightinggg,,,

  3. Aaaa baru baca dari chapter 1-5 dan ceritanya bener2 menarik hati. Beda bgt sama yg biasanya naeun kalem gitu dan yg ini emang nyebelin meski niatnya baik :___) ditunggu kelanjutannya kkk o w o

  4. Waah akhirnya dipost juga..
    Het itu myungsoo pngn bgt ditabok biar sadar thor wkwk
    Setuju bgt sm kata2 youngji trakhir, ditunggu part slanjutnya thor. Suwer aku penasaran bgt, next chap lbh panjang ya thor hehe
    Semangat!!

  5. aku gak mau baca buru buru eon soalnya aku takut nanti pas udh sampe chap terakhir sebelum update pasti aku nunggu lama update nya abis seru ceritanya aku suka hehehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s