[Epilogue] Another Cinderella Story

Another Cinderella Story

“This is not Disney’s Cinderella anymore.”

by Shinyoung

Main Cast: Bae Suzy & Lee Junho || Support Cast: Ok Taecyeon, Lee Jieun || Genre: School Life, Drama & Romance || Length: Epilogue || Rating: T || Credit Poster: Jungleelovely at Poster Channel || Disclaimer: Casts belong to God. No copy-paste. Copyright © 2015 by Shinyoung.

Epilogue — Happy Ending

Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10

*

“Apa-apaan, sih?”

“Dimana Shijin?”

“Mana aku tahu! Kau tidak lihat aku sedang apa?”

Wanita itu mendengus kesal. Ia menarik nafas dalam-dalam dan mengumpat ke arah suaminya tanpa suara. Ia melepas celemeknya ke sembarang arah, yang pasti tetap berada di area dapur, lalu ia melangkah dengan cepat menuju lantai dua dan mencari anaknya yang berumur 14 tahun itu.

“Oh, astaga! Kau masih tidur, Lee Shijin?”

“Um… Ada apa, sih, eomma? Kenapa berisik sekali? Bukannya—” Gadis itu mengerjapkan matanya perlahan dan dengan wajah setengah mengantuk ia mengambil ponselnya dari atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Ia menyalakan ponselnya dan kembali beralih lagi pada ibunya. “Ini Hari Minggu. Kenapa harus bangun pagi? Memangnya kita mau pergi kemana lagi?”

Wanita itu memutar bola matanya. “Intinya bangun dulu! Kau ini sudah 14 tahun dan masih saja bergulat dengan tempat tidur padahal sudah jam 8 pagi. Seharusnya, kau lari pagi demi kesehatanmu, tahu?!”

Shijin mendengus kesal dan terduduk di atas tempat tidurnya. Rambutnya acak-acakan sambil menatap ibunya bosan. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. “Ne, arasseo. Apa eomma juga melakukan lari pagi di umur 14 tahunmu? Sepertinya tidak. Lihat saja bentuk tubuh eomma.”

Wanita berumur 35 tahun itu berteriak kesal, sampai-sampai suaminya yang sedang asik membaca koran pun menghampiri mereka dengan wajah penuh tanya. Sedangkan, Shijin langsung berlari melindungi dirinya di balik tubuh ayahnya.

Ya! Bae Suzy, ada apa denganmu? Teriak-teriak di pagi secerah ini? Kau tidak takut tetangga memarahimu lagi?”

Suzy mendesah berat lalu mengayun-ayunkan tangannya ke arah suaminya. “Baiklah, terserah kau. Kalian berdua memang cocok. Beritahu anakmu untuk bangun lebih pagi dan lari pagi demi kesehatan tubuhnya. Aku mau belanja dulu!”

Kepergian Suzy dari kamar anaknya menciptakan keheningan cukup lama. Sampai akhirnya suaminya pun menoleh pada anaknya. “Shijin-ah, sepertinya kau harus bersikap lebih sopan pada ibumu. Dia bisa frustrasi jika kau terus-menerus membantahnya. Jangan mengatakan tubuhnya jelek, dia itu punya tubuh yang bagus.”

Dengan pasrah, Shijin pun mengangguk pelan. “Ne, appa. Kau memang mencintai eomma sepenuh hati, ya. Bukankah kemarin kau bilang ingin memberinya kejutan?”

Lelaki itu meletakkan telunjuknya di depan bibir meminta anaknya untuk diam. “Jangan keras-keras. Dia bisa mendengarmu. Iya, hari ini ulang tahun pernikahan ke-14. Jadi jangan mengganggunya, ya. Mungkin dia kesal karena aku tidak memberikannya selamat atau melakukan hal-hal yang lain. Oh, ya, ngomong-ngomong dimana Jaemin?”

Aish, bajingan itu?”

“Ya, jangan mengatakan hal itu pada kakakmu.”

“Apanya kakak? Hanya beda tiga menit. Dia sudah pergi dari tadi untuk membeli kue. Dia bilang pada eomma kalau dia mau pergi berkencan. Cih, yang suka padanya saja nihil apalagi mau mengajaknya berkencan. Laki-laki itu memang terlalu percaya diri,” komentar Shijin sambil merapikan rambutnya.

“Baiklah. Bagus kalau begitu, kau bantu aku hari ini, ya?”

Shijin memberikan hormat pada ayahnya. “Siap!”

“Lee Junho, kau kenapa, sih, hari ini?”

Junho menutup korannya. Lalu, ia melirik istrinya dan menggeleng pelan. Kemudian, ia kembali membaca korannya dengan serius sembari menahan tawanya. “Aku tidak apa-apa hari ini. Kau saja yang aneh daritadi mencurigaiku, Shijin, bahkan Jaemin.”

Suzy duduk di seberangnya lalu mendengus kesal. “Awas saja sampai kau menyembunyikan sesuatu dariku. Aku tidak akan mengampunimu. Aku akan pergi dari rumah ini membawa Shijin dan Jaemin.”

Setelah Suzy kembali bangkit dari tempatnya duduk, ia beralih pada Junho. “Aku mau menemui ayahku sebentar. Dia bilang dia membutuhkan bantuanku. Kau jaga rumah dan jangan biarkan anak-anak keluar rumah lagi. Ini—” Suzy melirik jam dinding. “—sudah jam 4 sore.”

Junho mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa melirik sedikitpun ke arah istrinya. “Arasseo. Kau pergilah. Kira-kira kau kembali pada pukul berapa, ya?”

“Mungkin jam 6 aku sudah tiba. Ingat, jaga rumah ini!”

Ne.

Setelah itu, Suzy benar-benar berangkat meninggalkan rumahnya. Sedangkan itu, Junho segera menutup korannya kemudian Shijin dan Jaemin langsung keluar dari kamar mereka. Dalam waktu sekejap, mereka telah memasang beberapa balon dan hiasan yang memenuhi rumah tersebut.

Ya! Jaemin! Hati-hati dengan kuenya!”

Jaemin mendengus sebal. “Kau berisik sekali, Lee Shijin. Tenang saja, aku tidak akan menghancurkan segalanya, jadi kau bisa bantu abeoji. Tidak usah pedulikan aku.”

Shijin mendengus sambil mengangkat lengannya seolah-olah dia ingin memukul kakaknya itu. “Aish. Mengesalkan.”

Ketiganya selesai dalam waktu satu jam. Kemudian, mereka tinggal duduk santai menunggu tamu undangan mereka datang. Setengah jam kemudian, para tamu undangan telah berdatangan dan memenuhi rumah tersebut. Mereka mulai mencari tempat persembunyian masing-masing.

Semuanya berjalan lancar, bahkan mobil mereka sengaja diparkirkan jauh dari rumah Junho. Sedangkan itu, Jaemin dan Shijin sudah siap dengan terompet di tangan mereka sambil berdiri di dekat pintu untuk menyambut ibu mereka. Junho sudah siap dengan hadiah di tangannya.

Tak lama kemudian, suara mesin mobil menderu memasuki halaman rumah Junho yang merupakan tanda bahwa Suzy telah kembali. Cepat-cepat, semua lampu di dalam rumah dimatikan. Terdengar suara pintu mobil dibanting dengan suara ketukan sepatu hak yang keras.

Aish! Junho bodoh sekali. Kenapa di dalam rumah gelap sekali?”

Beberapa orang menahan tawa mereka karena mereka sudah tahu bahwa Suzy sangat kesal karena Junho tidak memberikannya ucapan apapun. Dia bahkan telah menceritakan kekesalannya pada beberapa temannya, termasuk Lee Jieun yang ikut berpartisipasi untuk membatu Junho.

Suzy membuka pintu rumahnya dan…

“Selamat datang!”

Suasana riuh menyambut kedatangan Suzy, juga dengan sahutan terompet dan ledakan kecil yang membuat Suzy sangat terkejut bukan main. Dia melirik ke belakang dan mendapati kedua anaknya yang meniup terompet.

Wajahnya bertanya-tanya melihat semua orang yang ia kenal berada di dalam rumahnya. Tak hanya itu, ia bisa melihat balon-balon memenuhi rumahnya. “Ada apa ini? K-kenapa semua orang ada di sini? Dimana Junho?”

Tiba-tiba, Junho muncul dari belakang kerumunan orang dengan sebuah kotak kado yang dihias dengan rapi dan tersenyum manis ke arah istrinya. Ia mendekati Suzy dan mengelus kepala wanita itu. “Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-15. Aku mencintaimu.”

Sahut-sahutan mengejek dan siulan menyambut mereka. Beberapa teman Junho bahkan meneriakinya untuk mencium istrinya. Benar saja, Junho menarik Suzy ke dalam pelukannya setelah wanita itu menerima hadiahnya dan mencium bibirnya sekilas.

Heol, aku tidak menyangka Lee Junho seganas ini!”

“Lee Junho telah berubah!”

“Hentikan, hei,” gumam Suzy pelan dengan wajah penuh rona malu.

Junho tertawa pelan kemudian ia menepuk kepala wanita itu. Ia menggerakkan dagunya ke arah kotak hadiah yang dipegang Suzy dari tadi. “Bukalah, aku yakin kau sangat menyukainya. Aku harap ini hadiah yang bagus untuk diberikan padamu.”

Suzy tersenyum tipis kemudian ia membuka kotak hadiah tersebut. Matanya membulat dua kali lipat begitu melihat isi dari kotak tersebut. Dia melirik Junho dan mengeluarkan isinya membuat beberapa orang heran. “Ini sepatuku yang aku gunakan saat pesta tahunan sekolah. Kenapa kau justru memberikannya lagi? Ini bukan hadiah namanya.”

Junho tersenyum miring. “Kau yakin ini sepatu yang kau gunakan?”

Suzy membalik-balik sepatu tersebut dan mendapati sebuah perbedaan yang terletak pada sepatu tersebut. Sepatu tersebut memiliki kaitan yang bisa mengikat pergelangan kakinya. Ia menoleh pada Junho dan tersenyum tipis. “Arasseo! Hanya mirip sedikit.”

Setelah itu, Suzy berjinjit dan mendekati suaminya, lalu mencium bibir lelaki itu.

“Terima kasih, Lee Junho. Aku mencintaimu. Sangat.”

 

 

The End

June 20, 2015 — 12:00 P.M.

::::

a.n: akhir kata, terimakasih kepada Allah swt. yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyelesaikan fan-fiction ini. Tanpa izin-Nya, saya mungkin tidak dapat menyelesaikannya. makasih banyak udah baca fan-fiction ini. makasih banyak udah ngikutin. makasih banyak udah nungguin. makasih banyak udah rate, comment, dan like. makasih banyak yang masih jadi silent reader. makasih banyak buat semuanya. sampai bertemu di fan-fiction saya yang lain!

kalau boleh, baca juga fanfiction saya yang judulnya Forbidden Love. cast-nya bukan junho & suzy, melainkan Myungsoo & Naeun. Sekedar baca atau mampir, gak masalah, bukan? sekian dan terimakasih ♥♥♥

24 thoughts on “[Epilogue] Another Cinderella Story

  1. Terimakasih atas cerita yang sangat berkesan thor,
    Saya harap kamu tidak pernah berhenti menulis, karena famfiction ini udah kasi banyak inspirasi buat saya nulis juga
    Kalau bisa mohon lebih banyak bikin fafictuon tentang junho ya hehe
    Sekedar request aja sih
    Pokoknya thanks alot deh ♥♥♥

  2. uuh sweeeet happy ending ..
    sayang bgt di sini ada yg kurang, gk ada kejelasan nasib Taecyeon and hub. Jieun ama Wooyoung.

    tapi keseluruhan aku suka^^ tetap berkaya yah saeng.

  3. wah aku baru beres baca fanfic ini dari awal, maaf ya comment nya di part terakhir aja hehe🙂

    bagus banget ceritanya endingnya happy yeay, pas di part 10 junho baru nyatain cintanya eh di epilog udah 15 tahun kemudian ternyata suzy bukan cuma nerima jadi pacar aja tapi jadi istri juga😀

    eh iya tapi aku masih bingung yang nyampurin bubble tea suzy sama alkohol itu siapa ya hehe🙂

    • huehehe makasiih yaa. gapapa sih, cuma kalau sama author lain lebih baik di komen setiap part aja yaa. hehe udah jelas dong itu taecyeon soalnya taecyeon yang ngerencanain itu semuanya:))

  4. Wahhh,,,Akhirnya selesai jgaaa ,bagus Banget thorr(y) aku bener2 suka Jangan berhenti buat ff yahh thorrr ,,,Hwaiting!!!

  5. Cerita ini benar2 keren, feelnya juga dapet, bikin cerita junzy lagi thor, jadi ketagian bacanya, hehee
    author jjang;)
    fighting ne;)

  6. Huwa endingnya so sweet
    aigoo ternyata akhirnya mereka menikah bahkan memiliki aegi kembar kkkkkkk
    eh tapi ada apa dgn tubuh suzy kenapa anaknya meledeknya?apakah tubuh suzy gendut sekarang?
    Apa kabar dgn taecyeon ya? kkkk
    Btw mian ya author baru komen di part ini.
    ffmu keren deh

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s