My Last (Chapter 9)

my-last_request-by-diani

My Last (Chapter 9)

Written by DkJung

Poster by ettaeminho

Main Casts : [Infinite] Kim Myungsoo | [A Pink] Son Naeun | [Infinite] Lee Sungjong

Support Casts : [Beast] Lee Gikwang | [Girl’s Day] Bang Minah

Genre : Romance | Length : Chaptered | Rated : Teen

>< 

Kim Myungsoo, lelaki tampan yang terlibat cinta segitiga, dimana ia harus memilih antara menjadi lelaki normal atau gay, dengan memilih Son Naeun atau Lee Sungjong.

><

Teaser > Chapter 1 > Chapter 2 > Chapter 3 > Chapter 4 > Chapter 5 > Chapter 6 > Chapter 7 > Chapter 8

>Chapter 9<

“Naeun-ah, ya, kau mendengarku tidak? Kenapa malah melamun?” Tanya Sungyeol sembari melambaikan tangannya di depan wajah Naeun.

Naeun pun segera tersadar dan menyunggingkan senyuman. “Gwenchana, aku hanya sedikit terkejut mendengar ceritamu. Dan aku, semakin merasa bersalah pada Myungsoo Oppa. Apalagi, sekarang hampir seluruh sekolah tahu bahwa Myungsoo Oppa adalah seorang gay. Ini semua karena kecerobohanku.”

“Jadi, sekarang semua orang sudah tahu?” Tanya Sungyeol yang nampak sangat terkejut.

Naeun hanya mengangguk pelan. Ia lalu menghela napas panjang.

“Sungyeol-ah, eotteokhe? Sepertinya akan semakin sulit bagiku untuk mendekati Myungsoo Oppa.”

“Ck, kau ternyata masih belum berubah, belum juga memanggilku Oppa. Kenapa kau bisa memanggil Myungsoo dengan sebutan Oppa?” protes Sungyeol.

Aish, tidak nyaman rasanya bila aku harus memanggilmu dengan sebutan Oppa!”

Sungyeol hanya tersenyum mendengar gerutuan Naeun. Akhirnya, hari itu, Sungyeol memutuskan untuk membantu Naeun menyembuhkan Myungsoo.

“Aku akan membantumu,” ucapnya.

“Membantuku mendapatkan Myungsoo Oppa? Jinjja?”

Sungyeol mengangguk.

Gomawo!”

>><<

Naeun berjalan keluar dari rumahnya lalu menutup pagar. Namun, ia terdiam sejenak sambil memandangi seseorang yang baru saja keluar dari rumah yang ada di sebelah rumahnya. Kim Myungsoo. Lelaki itu juga baru keluar dari rumahnya. Wajahnya terlihat kusut. Tentu saja. Kalau dipikirkan saja, mungkin Myungsoo sudah tidak punya teman lagi di sekolah.

Ketika melihat Naeun memperhatikannya, Myungsoo langsung menghentikan langkahnya. Ia menatap Naeun tajam.

“Jangan menatapku begitu, aku tidak akan memaafkanmu,” ujar Myungsoo lalu pergi mendahului Naeun yang masih terdiam.

Aku tahu. Tanpa Oppa beritahu, aku juga sudah tahu kalau Oppa tidak akan memaafkanku begitu saja.

Naeun pun memutuskan untuk berjalan saja, daripada terus diam. Beru saja beberapa langkah ia menjauhi rumahnya, sebuah motor berhenti tepat di sampingnya. Itu motor Gikwang. Lelaki itu tersenyum seolah tak bersalah pada Naeun.

“Naiklah, aku akan mengantarmu!”

Naeun menghela napas lalu menatap tajam Gikwang.

“Bagaimana bisa Oppa mengantarku ke sekolah saat situasi seperti ini?”

Arrasseo, aku mengaku aku salah, tapi jangan bersikap seperti ini padaku.”

“Jelas-jelas sudah salah, dan kini Oppa malah memerintahku? Shireo! Oppa, kau harus meminta maaf langsung pada Myungsoo Oppa! Apa Oppa tahu? Kini dia sudah tidak punya teman lagi yang percaya padanya, dan itu semua karena kesalahan Oppa!” bentak Naeun.

“Kau ingin aku meminta maaf padanya karena dia kehilangan teman atau karena dia menjauhimu?”

“Keduanya! Aku tidak mau melihat Myungsoo Oppa dijauhi oleh teman-temannya, aku juga tidak mau Myungsoo Oppa yang memang tidak dekat denganku menjadi semakin jauh dariku! Dan juga, bukankah sudah kutekankan? Aku hanya mencintai Myungsoo Oppa, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa berpaling darinya! Bahkan bila pada akhirnya dia memilih untuk menikahi pria, aku akan tetap mencintainya!”

“Kau sudah gila.”

“Aku memang gila! Aku menjadi gila seperti ini karena aku sangat mencintai Myungsoo Oppa, tidak bisakah Oppa mengerti? Aku hanya ingin hubungan kita sebatas kakak dan adik saja, tidak lebih. Aku sayang Oppa, tapi hanya sebagai kakakku.”

Setelah selesai bicara, Naeun langsung melanjutkan langkahnya yang semula terhenti karena kehadiran Gikwang. Naeun terus berjalan tanpa menghiraukan Gikwang yang terus memanggilnya.

Sementara itu, Myungsoo ternyata sedang berdiri beberapa meter tak jauh dari tempat Naeun dan Gikwang berpapasan tadi. Ketika langkah Naeun semakin dekat dengan Myungsoo, ia mendongak dan terkejut mendapati Myungsoo yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Oppa! Sejak kapan kau berdiri di sini?”

“Apa kau kasihan padaku?” Tanya Myungsoo.

Ne?”

“Aku tidak perlu belas kasihan darimu, arra? Aku baik-baik saja walau tidak punya teman. Tidak usah bersikap sok pahlawan di hadapanku, karena itu tidak akan mempan! Sampai kapanpun, aku tidak akan menyukaimu, Son Naeun!”

Naeun menghela napas kesal sebelum akhirnya berbicara.

“Sepertinya, Oppa salah paham. Aku bicara seperti itu bukan karena kasihan, tetapi karena aku CINTA, aku MENCINTAI Oppa, apa masih kurang jelas? Atau, Oppa memang tidak mengerti apa itu CINTA? Lagipula, aku tidak bersikap sok pahlawan di depanmu, aku bahkan tidak tahu kalau ada Oppa di sini, jadi, jangan selalu menilaiku seenaknya,” ucap Naeun.

Gadis itu lalu berjalan melewati Myungsoo yang masih mematung. Lelaki itu seolah kehabisan kata.

>><<

Ya, Kim Myungsoo!” seru seorang gadis yang tengah duduk salah satu kursi di kafe. Myungsoo yang tadinya kebingungan akhirnya tersenyum tipis lalu menghampiri gadis itu.

Mian, sudah lama menunggu?” Tanya Myungsoo sambil menarik kursi untuk duduk di haapan gadis itu.

Aniyo, gwenchana, apa sih yang tidak untuk sepupuku yang satu ini?” jawabnya sambil tersenyum.

Myungsoo lalu menghela napas. Ia terlihat kebingungan bagaimana untuk mengawali percakapan mereka.

“Tunggu dulu. Biar kutebak, apa ini soal hubungan asmaramu?”

Ne.”

Aigoo, apa kau ini masih belum sembuh juga? Lelaki mana kali ini? Apa kau masih berhubungan dengan Lee Sungjong? Sudahlah, lebih baik kau cepat sembuh. Lagipula, apa bagusnya si Sung–“

“Taeyeon Noona, aku bukan ingin membicarakan tentang Sungjong. Hubunganku dengannya sudah berakhir, sudah lama.”

Taeyeon tersenyum lebar dengan mata berbinar. “Keurae? Syukurlah kalau begitu!”

“Karena seorang gadis.”

“Gadis? Kau menyukai seorang gadis?”

Aniya! Keunyang, gadis itu tidak bisa hilang dari pikiranku. Dia adalah gadis yang dijodohkan denganku. Dia terus mengganggu hubunganku dengan Sungjong. Padahal, dia sudah banyak sekali menimbulkan masalah di kehidupanku, aku sudah sering memarahinya, membentaknya, dan melakukan hal-hal jahat lainnya agar dia menjauh dariku. Tapi nyatanya, dia malah semakin mendekatiku. Terakhir kali, dia bahkan membocorkan rahasia bahwa aku seorang homoseksual. Memalukan, tapi tetap saja gadis itu tidak hilang dari pikiranku. Waeyo?”

Mendengar penjelasan dari Myungsoo, Taeyeon justru mencubit keras kedua pipi lelaki tampan itu. Dengan spontan, Myungsoo memukul pergelangan tangan Taeyeon sambil mengaduh kesakitan.

Noona!”

Ya, kau ini sedang jatuh cinta! Akhirnya. Sepupuku bisa kembali normal. Ngomong-ngomong, siapa gadis yang bisa membuatmu sembuh itu? Beritahu aku namanya!” seru Taeyeon setelah melepaskan cubitannya.

“Siapa bilang aku sedang jatuh cinta? Jangan mengarang cerita, aku hanya bingung, kenapa aku tidak bisa menghilangkannya dari pikiranku. Dia benar-benar mengganggu hidupku, Noona!”

Paboya, dia bukannya mengganggu hidupmu, tapi kau itu mencintainya! Bukan salahnya bila dia terus ada di pikiranmu, tapi itu salahmu karena kau menyukainya! Karena itulah kau tak berhenti memikirkannya!”

Myungsoo hanya diam. Ia tidak terima kalau sepupunya itu mengklaim bahwa dirinya jatuh cinta pada Naeun, gadis yang notabene ia benci. Mungkin. Tapi tetap saja, bisa jadi rasa bencinya itu hanya sugesti dari dalam dirinya karena sikap Naeun yang memang menjengkelkan semua orang, termasuk dirinya.

>><<

“Tenang, kau sudah melakukan hal yang benar,” ujar Youngji sembari menaruh segelas kopi di atas meja, tepat di depan Naeun. Setelah itu, ia duduk di kursi lainnya. Mereka tengah berada di sebuah kafe.

“Aku takut. Sepertinya, kesempatanku sudah hilang. Mungkin, Myungsoo Oppa memang tidak ditakdirkan untuk bersamaku,” ucap Naeun lalu menyesap kopinya.

Youngji menggelengkan kepala melihat sahabatnya.

“Kau tahu serial Full House, kan?” Tanya Youngji.

Keurom, itu kan sangat terkenal!”

“Kedua pemeran utama itu pada awalnya tidak punya perasaan pada satu sama lain, bahkan mereka sering sekali bertengkar. Menurutku, kalian harus banyak menghabiskan waktu bersama, seperti dalam serial itu! Dengan begitu, akan tumbuh benih-benih cinta antara kalian  dan pada akhirnya akan saling mencintai!”

Ya! Myungsoo Oppa bukanlah tipe pria yang sering muncul di dalam drama seperti itu. Dia tidak akan jatuh cinta padaku dengan mudah.”

>><< 

Naeun tengah berjalan masuk menuju kamarnya ketika ibunya tiba-tiba memanggil.

“Naeun-ah, ikut Eomma ke ruang keluarga. Ada yang ingin dibicarakan,” ucap Nyonya Son sembari berjalan menuju ruang keluarga. Naeun pun mengikuti di belakangnya.

Begitu keduanya telah duduk di sofa, Nyonya Son mengawali pembicaraan.

“Ini rencana ayahmu, tadi dia baru saja berangkat untuk perjalanan bisnis dengan Tuan Kim, ayah Myungsoo. Dia ingin kalau liburan nanti, kalian menghabiskan waktu berdua, kau dan Myungsoo.”

Naeun membulatkan matanya. Ia tidak merasa bahwa itu ide yang bagus. Myungsoo masih membencinya, dan mungkin akan terus membencinya. Bagaimana bisa mereka liburan berdua?

“Eomma, sepertinya, aku tidak bisa menerimanya.”

Nyonya Son mengerutkan dahi.

Wae geurae? Bukankah kau menyukai Myungsoo? Bukankah kau tidak akan menyerah atas dia?”

“Untuk apa? Untuk apa aku menyukai orang yang tidak menyukaiku, Eomma? Untuk apa aku terus berjuang sendirian sementara dia terus memintaku untuk pergi? Aku tidak bisa seperti ini terus, Eomma.”

Nyonya Son menghela napas. Ia membeai rambut Naeun lalu memeluknya.

“Dia pasti akan jatuh cinta padamu, Eomma yakin, percayalah. Karena itu, terimalah tawaran liburan dari ayahmu, ya? Kau mau, kan? Apalagi, kalian nanti akan menghabiskan waktu bersama, pasti dia akan menyukaimu lama-kelamaan,” jelas Nyonya Son sambil mengelus kepala Naeun.

“Apa bisa? Aku tidak yakin, Eomma. Aku takut dia malah semakin membenciku. Aku sudah cukup lelah memperjuangkannya. Mungkin ini saatnya aku berhenti, Eomma. Mungkin memang Myungsoo Oppa bukanlah jodohku.”

“Kau tahu, Naeun-ah? Eomma baru pertama kali melihatmu jatuh cinta. Ya, meskipun sudah banyak sekali lelaki yang mendekatimu, mampir ke rumah, mengajakmu keluar, tapi kau tidak pernah jatuh cinta dengan salah satu dari mereka. Dan sekarang, kau sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya, apa kau akan dengan mudah melepaskannya? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Naeun-ah. Dia pasti akan mencintaimu suatu saat. Itu pasti.”

“Aku harap juga begitu, Eomma.”

>><<

TOK TOK TOK

“Masuk saja, Eomma,” seru Myungsoo dari dalam kamarnya sambil teus menulis. Ia sedang mengerjakan tugas sekolahnya.

Nyonya Kim berjalan masuk lalu duduk di kursi samping meja belajar Myungsoo.

“Myungsoo-ya, ayahmu berencana untuk memberimu liburan nanti, berdua dengan Naeun.”

Mwo?” Tanya Myungsoo sambil menghentikan kegiatan menulisnya.

“Terima saja, ya? Ayahmu sudah menyiapkan semuanya. Ia ingin kau dan Naeun menjadi lebih dekat lagi. Ayahmu memang sudah tahu bahwa kau pasti marah, tapi ini kesempatan bagus, Myungsoo-ya. Lagipula Naeun juga pasti setuju.”

Huh, gadis itu mana mungkin tidak setuju, batin Myungsoo.

Shireo, lebih baik aku tetap di rumah.”

“Myungsoo-ya, terimalah. Apa Eomma harus memohon padamu baru kau mau menerima?”

Myungsoo menghela napas kesal.

“Apa yang membuat Eomma begitu menyukai Naeun? Kenapa Eomma sangat ingin aku bersamanya?”

“Dia cantik.”

“Hanya itu? Lagipula, dia tidak teralu cantik. Masih lebih cantik Taeyeon Noona. Apa tidak ada alasan yang lebih masuk akal?”

Eomma melihat ada ketulusan dalam dirinya. Dia mencintaimu dengan sangat tulus. Kau tidak menyadarinya?”

Tiba- tiba Myungsoo teringat perkataan Naeun.

.

“Sepertinya, Oppa salah paham. Aku bicara seperti itu bukan karena kasihan, tetapi karena aku CINTA, aku MENCINTAI Oppa, apa masih kurang jelas? Atau, Oppa memang tidak mengerti apa itu CINTA? Lagipula, aku tidak bersikap sok pahlawan, aku bahkan tidak tahu kalau ada Oppa di sini, jadi, jangan selalu menilaiku seenaknya,” ucap Naeun.

.

Apa gadis itu memang benar-benar tulus? Pikir Myungsoo.

Eomma sangat berharap, kau akan menerima tawaran liburan ini,” ucap Nyonya Kim.

Apa mungkin selama ini aku menilai dia seenaknya? Pikirnya lagi.

“Kau tahu? Bila ada seseorang yang sudah mencintaimu dengan sangat tulus, mau melindungimu, mau membantumu, mau terus berada di sampingmu, sebaiknya kau tidak melepaskannya. Sangat sulit menemukan orang yang tulus mencintaimu. Karena itu, jika ada orang yang sudah tulus, lebih baik jangan kau lepaskan. Kalau kau tidak mencintainya, kau bisa belajar untuk mencintainya. Lagipula, jika kau melepasnya begitu saja, kau akan menyesal. Bagaimana jika perasaanmu justru datang setelah kau melepasnya? Kau belum tentu akan mendapat gantinya.”

Myungsoo terdiam. Ia merasa semua orang di sekelilingnya memintanya untuk bersama dengan Naeun, termasuk Taeyeon. Hanya dirinya lah yang masih mengelak bahwa mungkin memang sudah ada sedikit rasa dalam hatinya untuk Naeun. Tapi Myungsoo merasa, ini tidak benar. Ia merasa rasa ini masih meragukan.

“Mungkin aku harus memikirkannya dulu, Eomma,” ujar Myungsoo pada akhirnya.

Keurae, arrasseo. Lebih baik kau memikirkannya matang-matang. Ingat, penyesalan akan selalu datang di akhir. Jangan sampai kau menyesal suatu hari nanti. Ingat selalu perkataan Eomma, arrasseo?”

Ne.”

Nyonya Kim tersenyum. Ia mengelus bahu Myungsoo sejenak lalu pergi keluar dari kamar Myungsoo.

Sementara itu, Myungsoo di dalam hanya terdiam. Ia tidak melanjutkan mengerjakan tugasnya. Semua hal tentang Naeun terus mengganjal di pikirannya, sehingga ia tidak bisa fokus mengerjakan tugasnya.

Tiba-tiba, ponselnya berbunyi, suara notifikasi dari LINE.

Oppa, kita harus bicara, penting. Sekarang. Aku akan menunggumu di taman komplek.

Myungsoo sudah tahu Naeun pasti akan membicarakan tentang liburan. Myungsoo tidak membalas pesan Naeun melainkan langsung beranjak menuju tempat yang Naeun sebutkan.

>><< 

Myungsoo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman yang hanya diterangi dengan lampu taman.

Oppa!” seru Naeun sambil melambaikan tangan. Wajahnya tersenyum.

Myungsoo berjalan pelan menghampiri Naeun yang tengah duduk di kursi lalu duduk di sampingnya, dengan jarak yang lumayan berjauhan.

Wae?” Tanya Myungsoo tanpa menatap Naeun.

“Ini, soal liburan. Oppa sudah mendengarnya, kan?”

Ne.”

“Aku sudah memikirkannya sebelum bertemu denganmu. Aku, akan menolaknya.”

Myungsoo reflek menoleh ke arah Naeun. Gadis itu menolaknya, Myungsoo cukup terkejut.

Oppa tenang saja, tidak perlu merasa terbebani karena harus berlibur denganku. Oppa bisa menikmati paket liburan itu sendiri. Lagipula, aku juga tahu diri, aku sudah banyak membuat kesal Oppa, aku juga sudah membuat Oppa dikucilkan di sekolah. Mana mungkin Oppa bisa nyaman berlibur denganku, iya kan? Keurom, aku akan bilang pada ibuku bahwa aku menolak tawarannya, dan Oppa akan bisa berlibur dengan tenang. Lagipula, kalau pun kita berdua sama-sama tidak ingin menerima tawaran berlibur itu, tetap harus ada salah satu dari kita yang menerimanya, walau bagaimanapun, ayah kita sudah menyiapkannya. Jangan membiarkan mereka melakukan hal yang sia-sia.”

Myungsoo semakin terkejut. Mengapa Naeun bisa menjadi gadis yang bijak begini? Apa aku yang membuatnya menjadi seperti ini? Dia seperti orang yang berbeda. Sepertinya bukan itu kata-kata yang ingin diucapkannya. Dia seperti, palsu.

>To Be Continued<

Maaf untuk update yang sangat lama. maaf juga kalo kependekan dan ada typo. Tetap tinggalkan komentarnya^^

20 thoughts on “My Last (Chapter 9)

  1. Sayang banget itu pendek hiksee padahal lagi seru, authornim semangat ya, semoga bisa updatenya lebih cepet lagi hehehe

  2. yeaahhhhh,,you’re back author-nim,,,sngguh sngat lamaaa huffttt,,
    and yeee akhirny myung mlai myukai naeun tuh,,
    moga aja mreka lburan b’2 ya,,
    please update soon,,can’t wait..
    fighting^^

  3. Gpp walau terlalu lama dan agak pendek thor, tapi part ini yg paling aku suka. Akhirnya ya thor myungsoo lebih manusiawi dan naeunku lebih waras :’)
    Semangat thor nulisnya, kita disini setia menunggu chapter2 selanjutnya.

  4. yeahh thorr setelah sekian lama bulak balik fp ini. setelah sekian lama menunggu *cailahh akhirny updte jugaa. next chap di tunggu thorr. ini daebak banget, fighting! buat naeun. tapi kalo boleh requestpengen deh liat myungsoo nyesel gara2 jutek sama naeun, jadi ada part kocak juga buat myungsoo nya

  5. Aaahhh thorr. Ak udh nungguin nie ff. Thor kyak ini kedikitan deh thor. Panjangin dikit lagi dong thor. Ini penasaran bngt ma kelanjutannya. Jngn lama2 ya thor postnya. Penasaran itu knpa naeun jdi mulai nyerah. Keep writing ya eon. FIGHTING!!

  6. keren,Jinjja Daebakkk..!!!!Woahhhhh Jinjja Jinjja Daebakk…..Lanjutannya Jangan Lama-lama Ya Author-Nim Yang Yeopooo….🙂

  7. Aahhh telat nih bcaa trnyata udh publish 😂😂 btw alurnya kecepetan /ehh… Ahh cieee myungsoo ciee udh ada radar k naen ciee tpii mengelakk ciee… Kwkwkwkw naen jgn mnuerah jgn mnyerah nnti myungsoo akan brsma mu selaluu~
    Next ^^

  8. aku nangis bacanya aduh duh duh..
    nyesek banget jd naeun itu cintanya bener bener tulus bgt buat myungsoo..
    semangat eon lanjutin cerita ini tp jangan lama lama ya updatenya eon

  9. Aku nungguin banget updatean ini tau thor.. ntah karena aku yg jarang ngecek atau memang lama updatenya malah aku hampir lupa sama ceritanya, dan aku jd baca ulang dr awal.. well, maafkan daku krn baru meninggalkan komen di chapter ini.. aku udh banyak ketinggalan chapter, makanya jd be komen disini.. Mian… ^^v

    Ntah lah, aku merasa tulisanmu kaya ada bagian yg terlalu cepet gitu thor alurnya, tp tetep dapet feelnya dan aku tetep suka!! *.*
    asik sekarang ceritanya gantian myungso yg ngejar naeun dong ya? bikin agak panjangan ya thor biar greget..😀 (ini reader banyak maunya)
    Semangat thor nulisnya! aku nungguin kelanjutannya loh.. ^^

  10. First, makasih bgt buat author krna publish ff ini tepat pas ulang tahun aku berasa dpt kado gitu♥ hamdalah mulai keliatan nih tanda2 myungsoo suka sm naeun tp bikin greget soalnya myung msih ngelak :” naeun kesamber apaan yak tiba2 jd bijak begini😂 dtggu kelanjutannya smoga makin panjang chapter slnjtnya. Semangat!!!

  11. jadi naeun pasti nyesek bgt. harus nahan perlakuan kasar myungsoo seorang diri. untunglah ada sahabat sm keluarganya yg slalu dukung naeun.

    myungsoo, inget penyesalan datang belakangan

  12. hai thour! ku new reading dan baru bisa coment di chapter ini, mianhe!
    btw ff nya unik and bagus banget.. ternyata jawaban naeun diluar dugaanku, kirain aku naeun terima tawaran liburan, ternyata engaak.
    semangat yah thour!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s