My Last (Chapter 11/END)

my-last_request-by-diani

My Last (Chapter 11/END)

Written by DkJung

Poster by ettaeminho

Poster by Main Casts : [Infinite] Kim Myungsoo | [A Pink] Son Naeun | [Infinite] Lee Sungjong

Support Casts : [Beast] Lee Gikwang | [Girl’s Day] Bang Minah

Genre : Romance | Length : Chaptered | Rated : Teen

>< 

Kim Myungsoo, lelaki tampan yang terlibat cinta segitiga, dimana ia harus memilih antara menjadi lelaki normal atau gay, dengan memilih Son Naeun atau Lee Sungjong.

>< 

Teaser > Chapter 1 > Chapter 2 > Chapter 3 > Chapter 4 > Chapter 5 > Chapter 6 > Chapter 7 >Chapter 8 > Chapter 9 > Chapter 10

>Chapter 11/Last Chapter<

Nyonya Son langsung berlari memeluk Naeun yang saat itu berdiri di ambang pintu rumah keluarga Kim yang tengah terbuka lebar. Myungsoo yang tengah berdiri di samping Naeun saat itu hanya diam. Sementara Naeun tentu saja membalas pelukan ibunya.

“Kau ini kemana saja? Kami semua mengkhawatirkanmu!” seru Nyonya Son.

Mianhae, Eomma.”

Nyonya Son melepaskan pelukannya lalu menatap kedua mata Naeun.

“Apa kau ingin menceritakannya di rumah saja?” Naeun mengangguk.

Keurom, kami pulang dulu,” pamit Nyonya Son pada keluarga Kim. Tuan Son pun ikut pamit. Akhirnya, keluarga Son pulang.

Setelah Nyonya Kim menutup pintu, ia langsung menghampiri Myungsoo.

“Bagaimana caramu menemukan Naeun?”

“Aku hanya mencarinya terus-menerus tanpa henti, tidak mungkin kalau tidak membuahkan hasil. Eomma kan tahu, aku paling tidak suka melakukan hal yang sia-sia.”

“Hm, benar juga. Tapi melihat ekspresi wajahmu tadi, apa kau sangat mengkhawatirkan Naeun? Kau sampai berlari begitu cepat. Eomma benar-benar terkejut melihatnya!”

Mendengar ucapan ibunya, Myungsoo hanya menundukkan kepala sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Ia lalu pergi begitu saja dan masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan perkataan ibunya itu.

Sesampainya di kamar, Myungsoo tersandung beberapa tumpukkan buku yang terjatuh dari meja belajarnya. Bahkan, di saat sepi pun, ia bisa saja salah tingkah. Myungsoo meringis sebentar lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya kembali pada saat ia mencium bibir Naeun tiba-tiba, tentu saja gadis itu terkejut. Tapi, entah apa yang merasuki Myungsoo saat itu hingga ia bisa melakukan hal itu. Percaya atau tidak, Myungsoo memang sudah jatuh cinta pada Naeun. Berapa kali pun ia mengelak, tetap saja ia tidak bisa membohongi hatinya sendiri. Dan ciuman yang ia lakukan tadi, bukan berasa dari pikirannya, melainkan dari hatinya.

Myungsoo beranjak lalu mengambil ponselnya. Ia membuka LINE, lalu membuka chat roomnya dengan Naeun. Ia baru menyadari, selama ini ia selalu mengabaikan semua pesan dari Naeun. Betapa jahat dirinya.

Ia kini tengah memandangi pesan dari Naeun yang muncul bertubi-tubi tanpa sekalipun ia balas. Pesan-pesan itu tak lain merupakan bentuk perhatian Naeun pada Myungsoo. Setelah terpaku untuk beberapa lama, Myungsoo pun membulatkan tekadnya untuk mengirim pesan pada Naeun.

Kau sudah tidur? Terkirim. Setelah beberapa detik Myungsoo memandangi pesan yang ia kirim, Myungsoo menepuk dahinya pelan. Ia benar-benar merasa menjadi orang bodoh karena jatuh cinta. Bagaimana bisa ia mengirim pesan seperti itu? Sungguh tidak romantis. Tetapi, walau begitu, tak lama kemudian, Naeun langsung membalas pesan Myungsoo.

Sudah. Jawaban yang sangat singkat, namun bisa membuat Myungsoo tersenyum cukup lama. Gadis ini, bagaimana bisa ia tertidur sambil membalas pesan? Myungsoo pun mulai memutar otaknya, mencoba mencari topik pembicaraan yang menarik. Tetapi akhirnya, Myungsoo memutuskan untuk membahas soal ciuman tadi.

Mianhae, aku tahu kau pasti terkejut tadi atas perlakuanku. Begitu pesan itu terkirim, detak jantung Myungsoo menjadi semakin cepat ritmenya. Ia tidak bisa memprediksi jawaban apa yang akan Naeun berikan nanti.

Memang, apa maksud Oppa melakukannya? Balas Naeun. Myungsoo terdiam sejenak. Ia mulai berpikir, apakah ini saatnya ia mengungkapkan perasaannya pada Naeun? Apakah malam ini adalah waktu yang tepat?

.

“Aku tidak bisa menerima perlakuan Oppa yang baik seperti ini. Hatiku akan semakin sakit karena tidak bisa memilikimu.”

“Kalau memang sulit untuk melupakanku, jangan lakukan itu,” ucap Myungsoo.

Naeun mendongak, menatap kedua mata Myungsoo. Myungsoo pun mendekatkan wajahnya pada wajah Naeun lalu mencium bibir gadis itu. Baru saja beberapa detik, tiba-tiba Naeun mendorong tubuh Myungsoo lalu menampar pipi kiri lelaki itu.

“Apa yang Oppa lakukan? Apa Oppa mempermainkan perasaanku? Apa maksudnya ini? Kalau Oppa hanya bermaksud main-main, lebih baik jangan lakukan itu!”

Mendengar omelan Naeun, Myungsoo justru menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

Paboya, aku melakukan ini karena kau telah menyembuhkanku. Sekarang, lebih baik kita pulang, orang tua kita pasti khawatir.”

.

Apa kau tidak mengerti perkataanku? Bukankah aku bilang kau telah menyembuhkanku? Itu berarti aku menyukaimu, Naeun-ah, aku sembuh, aku akhirnya bisa jatuh cinta pada perempuan lagi, dan aku jatuh cinta padamu. Terkirim. Myungsoo menghela napas panjang setelah mengetik pesan itu. Akhirnya ia berhasil mengungkapkan perasaannya.

Tapi, setelah kurang lebih setengah jam Myungsoo menunggu, balasan dari Naeun tak kunjung datang. Ia pun mulai khawatir, bagaimana jika Naeun menolaknya? Bagaimana jika Naeun membencinya, karena selama ini selalu diabaikan? Oh, tidak.

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar, disusul suara Nyonya Kim yang memanggil Myungsoo. Ia pun beranjak dari kasurnya lalu membuka pintu kamarnya.

Wae?” Tanya Myungsoo pelan.

“Kau kedatangan tamu.”

“Tamu? Siapa?”

>><< 

Naeun berdiri menatap jalanan malam komplek yang lengang dari halaman rumah Myungsoo. Matanya memerah sembab, menandakan bahwa ia baru saja menangis. Sesekali ia menggosok-gosok matanya, menunggu anak si pemilik rumah keluar.

“Naeun?”

Suara Myungsoo membuat Naeun berbalik menatap lelaki itu, memperlihatkan matanya yang merah dan sembab. Ia lalu berlari memeluk Myungsoo erat. Tangisannya pun pecah saat itu juga.

Wae geurae?” Tanya Myungsoo sambil membalas pelukan Naeun.

Akan tetapi, Naeun tidak menjawab pertanyaan Myungsoo dan malah memperkeras tangisannya. Penasaran, akhirnya Myungsoo melepas pelukannya dengan Naeun untuk menatap wajah gadis itu. Naeun menunduk. Air matanya tidak berhenti keluar.

“Kenapa kau menangis?”

“Aku, sebenarnya aku, aku terlalu senang membaca pesan darimu, aku bahkan tidak tahu apakah aku sanggup membalasnya. Aku sangat terharu, Oppa,” jawab Naeun sabil tersenyum diiringi isakan.

Mendengarnya, Myungsoo tersenyum manis, ia mengacak pelan rambut Naeun lalu kembali memeluk gadis itu, memberi peluang baginya untuk menyelesaikan tangisannya.

Aigoo, bagaimana bisa kau mendatangi rumahku dan menangis sekencang ini hanya karena aku menambakmu?” Tanya Myungsoo, namun Naeun justru memperkeras tangisnya. Hal ini membuat Myungsoo terkekeh pelan lalu mengelus punggung Naeun.

>><< 

“HEO YOUNGJIIIIII!!!!!!” teriak Naeun begitu keras hingga membuat seisi kelas, bahkan seisi koridor melihat ke arahnya. Sementara Youngji, gadis yang dipanggil itu justru menutup telinganya sambil menggelengkan kepala tanpa melihat ke arah Naeun.

Naeun melipat kedua tangannya di depan dada melihat sikap sahabatnya itu. Ia lalu berjalan menghampiri Youngji dan duduk di depan bangku gadis itu.

Wae?” Tanya Youngji cuek.

“Coba tebak!”

“Tebak apa?”

“Coba tebak apa yang terjadi kemarin, hingga membuat moodku sangat sangat sangat bagus hari ini!” seru Naeun dengan mata yang berbinar-binar.

Youngji mengerutkan dahinya. Naeun biasanya akan curhat tentang Myungsoo, tapi, apakah moodnya yang bagus haru ini juga karena Myungsoo.

“Apa ini ada hubungannya dengan Myungsoo Sunbae?”

Yup! Jawabanmu mendekati! Ayo sekarang tebak, kenapa aku bisa gembira seperti ini!”

Ya! Bisakah kau diam? Kau mengganggu tidurku tahu!” seru Minah dengan sewot lalu kembali melanjutkan tidurnya.

“Huh, gadis itu!” Naeun pun mulai menyumpahi Minah.

Ya, apa kau sudah jadian dengan Myungsoo Sunbae hingga kau sesenang ini?”

Naeun beranjak dari bangkunya lalu bertepuk tangan dengan meriah. “Seratus poin untuk Heo Youngji! Wah, kau ini memang hebat, sangat hebat! Tebakanmu seratus persen benar!”

Mwo? Kau tidak sedang bercanda, kan? Bagaimana bisa kau dan–“

“Ini benar-benar terjadi, Youngji-ya, mimpiku benar-benar terwujud kali ini!”

“Wah, chukkae!”

Gomawo!”

Kedua sahabat itu pu saling berpelukan sambil meramaikan suasana kelas yang baru terisi oleh setengah jumlah siswa itu.

“Gadis-gadis gila,” umpat Minah.

>><<

“Hari ini, apa kau mau pergi ke suatu tempat?” Tanya Myungsoo di saat ia dan Naeun tengah pulang bersama.

“Kencan?” Tanya Naeun antusias. Myungsoo mengangguk sambil tersenyum.

Naeun tersenyum lebar, ia lalu menarik tangan Myungsoo.

“Ayo kita pergi ke tempat yang indah dan ramai, agar semua orang tahu bahwa Myungsoo Oppa adalah pacarku!”

Mereka pun berjalan dengan Naeun yang berada lebih depan dari Myungsoo karena ia yang memimpin jalan. Namun, senyum Naeun tiba-tiba memudar, ia menghentikan langkahnya lalu matanya menatap Myungsoo tajam.

Wae?” Tanya Myungsoo.

“Setelah ini, Oppa tidak akan berpacaran dengan Sungjong atau lelaki lainnya, kan?”

Myungsoo mendekat ke arah Naeun lalu mengecup kening gadis itu.

“Tenang saja, kau adalah yang terakhir, Naeun-ah.”

Naeun tersenyum. “Aku masih tidak percaya aku harus bersaing dengan seorang lelaki untuk mendapatkanmu, Oppa.”

“Sudahlah, jangan dibahas.”

Naeun dan Myungsoo pun tertawa bersama.

>The End<

 

Hai readers, maaf banget ya, kalian harus menunggu hampir 5 bulan untuk kelanjutan ff ini, dan pada akhirnya ff ini malah muncul last chapter dan lebih pendek dari chapter-chapter sebelumnya, maaf karena beberapa hari ini aku sibuk. Aku namatin ff ini lebih cepat karena takut kena writer’s block nantinya, dan rencananya, aku mau buat ff myungeun baru, judulnya Her (belum fix). Entah akan jadi chapter atau cuma twoshoot. Aku juga butuh saran buat second lead couplenya, barangkali ada yg mau ngasih saran, bisa di kolom komentar ya. Makasih buat yg udah setia sama ff My Last ini, sampai jumpa!

 

 

 

 

7 thoughts on “My Last (Chapter 11/END)

  1. Baguss! Second Couple? Jungkook BTS – Chorong Apink? Entahlah, aku gemes sama couple itu.
    Selain MyungEun aku juga suka Jimin BTS – Naeun Apink, JiEun? Sekian, saran saya. #Ini mah lebih ke BTSApink -_-

  2. Huhu,,akhrny updte and last chapter,,tpi ini menrik author-nim,,coz happy ending,,
    D tnggu ff brkutny ni,,,
    Jdulny Her y,,ahh mo nya sie yg jdi second coupleny tuh KaiStal aj,,
    Sangaddd d tnggu ff brkutny,,,
    Fighting,,Kawaiiii,,,^^

  3. Hahahahaha part ini lucu >,<
    Alahh myungsoo klo suka bilang suka jgn sok" jaim .gg
    Eiyaa gmna nasib sungjong ?
    Daebakk lahh jdi happy ending 😘😘

  4. aaaaaaaa so swit ih jadi senyum senyum sendiri gini wk, untuk Second Couplenya aku sangat mengarapkan woohyun chorong thor /kedipkedip manja/?

  5. akhirnya usaha naeun ga sia sia aku deg degan banget bacanya haha naeun ga pernah nyerah meskipun myungsoo udah ngelakuin banyak hal jahat daebak thor

  6. HUAA FF FAV UDH TAMAT AJA ㅠㅠ btw ku senank akhirnyaa happy ending walau masi berasa ada yg kurang dr final chap ini. Good job author dtggu karya lainnya yaah! Oya utk next project ff kamu yg judulnya Her aku recommend second lead couplenya….
    *Woohyun Infinite-Chorong Apink
    atau
    *Jongin EXO-Krystal f(x)
    xD

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s