Writer’s Block?

Annyeong~ balik lagi nih dengan tips baru^^

Kamu pernah ngalamin susah dapet ide padahal pengen lanjutin FF-mu? Biasanya hal kaya gini dinamain Writer’s Block dan hampir semua penulis ngalamin hal ini. Mau tau cara menghadapinya? Cek tips berikut^^

 

Keep your book warm

Kebanyakan penulis mengatakan batasan ideal dalam menulis per harinya adalah sebanyak 500-1000 kata. Namun, pada kenyataannya, menulis bukan satu-satunya pekerjaan yang menuntut untuk diselesaikan. Ada pekerjaan lain, keluarga, dan bahkan kegiatan sosialisasi. Karena itu, tidak perlu mematok berapa banyak kata yang harus ditulis setiap hari. Jika tidak memiliki ide, baca ulang naskah yang ditulis juga bisa kamu lakukan.

 

Know what comes next

Saat menulis, berhentilah di satu titik dimana kamu tahu persis apa yang akan kamu tulis selanjutnya, sehingga keesokan harinya, saat kamu bermaksud melanjutkan tulisan, kamu tahu apa yang akan kamu tulis. Otomatis, kamu tidak akan buang-buang waktu bengong di depan Microsoft Word.

 

Be armed and ready

Bawa notebook kecil kemanapun kamu pergi. Ide bisa datang kapan saja dan pastikan kamu bisa menuliskannya agar tidak lupa dan ide itu hilang begitu saja.

 

Unplug

Sangat penting untuk menghindarkan diri dari internet, terutama social media, pada saat menulis. Puasakan dirimu dari aktivitas bercengkrama di Facebook dan Twitter ketika sedang menulis. Kamu pun akan lebih fokus menuangkan ide ke dalam tulisan.

 

Change locations

Apabila kamu terbiasa menulis di kamar, cobalah cari suasana baru dengan berpindah ruangan. Ada banyak ruangan di rumahmu yang bisa menuangkan banyak inspirasi selain kamar apabila kamu mau mencaritahu. Berpindah ruangan bisa membuat kamu melihat tulisan dari sudut pandang berbeda karena indra juga merespon dari perpindahan lokasi tersebut. Kamu juga bisa mengunjungi tempat lain di luar rumah seperti café atau taman. Bahkan, kegiatan ini akan semakin memperkaya tulisanmu karena ada banyak hal yang bisa kamu amati dan tidak jarang mendatangkan inspirasi.

 

Describe what you see

Kalau kamu merasa stuck dan tidak tahu apa yang mau kamu tulis, deskripsikan apapun yang ada di hadapanmu. Misalnya, cuaca, lukisan, atau interaksi sepasang kekasih di mall.

 

Retype sentences

Kadang, hambatan yang dating bisa bersifat mental dan berhubungan dengan bathin kamu sendiri. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui aktivitas fisik. Gerakkan tubuhmu hingga menjadi bugar dan aliran darah ke otak juga lebih lancar. Saat terserang writer’s block, lakukan olahraga ringan selama beberapa menit dan rasakan sendiri khasiatnya ya.

 

Switch up the point of view

Misalnya, kamu sedang menulis novel roman dari sudut pandang orang ketiga dan kamu stuck, tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh karaktermu. Coba tulis kembali dari sudut pandang orang pertama sebanyak beberapa paragraf saja. Kamu pasti terbantu untuk memahami karaktermu. Ketika kamu sudah mendapatkan feel-nya kembali, kembalilah ke PoV semula. Atau, jika tulisanmu menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas, perluas perspektifmu dengan menuliskannya dari sudut pandang salah satu tokoh. Kamu juga bisa menggunakan omniscient point of view (yang maha tahu), seakan-akan seluruh penjuru kota tahu. Latihan berpindah PoV ini berguna untuk menggiring pikiran menemukan dekripsi dan dialog baru yang sebelumnya membuat kamu stuck.

 

Create a ritual

Seperti halnya atlit yang memiliki lucky charm atau melakukan ritual khusus sebelum bertanding, penulis juga boleh melakukan ritual sebelum kembali ke zona menulis. Ritual ini bisa macam-macam, tergantung kebiasaan masing-masing. Contohnya: sebelum menulis, sempatkan waktu untuk mandi, makan, minum teh, berdoa, atau mungkin membersihkan kamar atau ruangan tempat menulis. Hitung-hitung, kamu membantu ibu di rumah, hehehe.

 

Draw a story board

Buat peta visual tulisanmu, lengkap dengan karakter dalam bentuk sketsa atau kartun beserta dialog. Hal ini akan membantumu mengerti lebih dalam narasi dan mengisi kekosongan yang sebelumnya tidak terlihat.

 

Have fun.

Dalam menulis, ada tiga tahap yang harus dilalui –sama seperti tahapan yang dilalui manusia-, yaitu masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Pada masa kanak-kanak, bersenang-senanglah dengan kata-kata, melompat kesana kemari, bermain dengan bebas tanpa memikirkan editan. Saat kamu merevisi tulisanmu, kamu memasuki masa remaja (pembentukan karakter). Pada tahap ini kamu mulai memperbaiki kata-kata, memasukkan dialog jika perlu, dan sebagainya. Akhirnya, tulisanmu memasuki tahap dewasa, di mana ia dipoles agar cantik, berkarakter, juga memiliki ‘manner’. Tulisan di tahap dewasa ini sudah siap pergi meninggalkan ‘rumahnya’ untuk bertemu calon pengantinnya (penerbit, baik major publishing maupun self publishing).

 

CR xposisi.com
shared by AltRiseSilver

32 thoughts on “Writer’s Block?

  1. Tips yang menurutku lumayan bagus.. Bisa aku coba nih.. kebetulan lagi ngalamin,,lagi gak ada ide buat ngelanjutin ff.. Kalo tips dari aku =>>> Tinggal Tidur… Kalo udah mentok tinggal istirahatin aja nih harddisk buatan Tuhan.. Kalo udah fresh lanjutin lagi..

  2. salam kenal~ saya jga author, tp dari fandom anime/manga, hehe. kebetulan saya juga lagi rada ngestuck nih, pdhl ada fanfic yg musti dilanjutin ><

    tipsnya bermanfaat sekali! ^_^

  3. […] mau bilang lagi pusing karena belum paham peta persoalan alias mati gaya… (menghindari istilah writer’s block)…  🙂 gak usah ikutan pusing, gak usah ikutan mati gaya… 🙂 ambil yang penting, abaikan yang […]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s