[FF Freelance] All I Want For Christmas Is You

all-i-want-for-christmas-is-youTitle: All I want for Christmas is You || Author: eyinzz || Main Cast: SNSD’s Tiffany & 2PM’s Nichkhun || Genre: Artist life, romance || Legth: SongFict, Oneshoot || Disclaimer: This is my own story!

 

Inspired by song All I want for Christmas is You – Mariah Carey

.

.

.

“I just want you for my own, more than you could ever know”

.

.

Happy Reading🙂

.

.

.

.

I don’t want a lot for Christmas, there is just one thing I need

I don’t care about the presents, underneath the Christmas tree

Senyum simpul terulas di bibirku memikirkan sebentar lagi adalah hari istimewa. Ya, 1 jam lagi terhitung sekarang hari akan memasuki Hari Natal. Para member sibuk menghias pohon natal secara kilat karna kami memang tidak sempat menghiasnya, untung saja Manager Oppa memberi kami libur besok dan mengosongkan jadwal pada malam natal. Aku menyambar minuman yang baru saja dibawakan Hyoyeon dari dapur, menegaknya sampai tak tersisa. Aku sungguh lelah hari ini, mulai dari jadwal padat pada siang hari, membeli beberapa kebutuhan natal sampai menghias pohon natal.

“Ya! Fany-ah, apa kau tidak mau ikut menghias pohon natal?” Seru Yuri memecahkan relaksasi ku. Aku menatapnya datar, “Kita sudah selesai menghiasnya.” Dia mendengus lalu mendekat ke arahku dan duduk bersila di lantai tepat sebelahku duduk. “Tapi buktinya yang lain masih menghias.”

“Dan mereka membuat pohon natalnya tertutup dengan hiasan!” tandasku malas dan Yuri langsung meledakkan tawanya. “Kira-kira hadiah apa yang akan ditaruh Santa Claus disana?” Tanyanya membuatku langsung mengalihkan mata tepat dibawah pohon natal, tempat dimana Santa Claus akan menaruh hadiahnya nanti. Aku hanya mengangkat bahu tak peduli apapun yang ada disana nantinya.

 

I don’t need to hang my stocking, there upon the fireplace

Santa Claus won’t make me happy, with a toy on Christmas day

 

“Kita harus menggantung stoking atau kaos kaki di perapian!” Pekik Sunny memekakkan telinga membuat member serentak meninggalkan kegiatan awalnya menuju kamar bermaksud mengambil stokingnya, kecuali aku. Ku gelengkan kepala pelan, kelakuan mereka benar-benar seperti anak kecil. Bukannya aku tidak percaya dengan cerita Santa Claus dan para rusanya itu, namun khusus natal tahun ini aku kehilangan minat. Mereka kembali membawa macam-macam warna stoking dan kaos kaki. Dahiku seketika mengernyit, Hey, jumlah mereka hanya 8 kenapa stokingnya berjumlah 15? – Aku tergelak dan langsung berdecak kagum akan maksud kelakuan ke-delapan wanita dewasa bersifat anak-anak ini, mereka ingin hadiahnya berjumlah lebih banyak!

“Fany-ah, apa kau tidak ingin menggantung milikmu?” Tanya Sunny sepertinya ia heran mendapatiku sedari tadi duduk diam di lantai memandangi mereka.

Aku menggeleng pelan, “Ani, itu tidak perlu.” Singkat. Dapat kurasakan aura tidak enak berada di sekelilingku, sepertinya mereka baru menyadari perubahan sikapku malam ini. Biasanya akulah yang paling semangat menyambut natal, tapi tahun ini?

Wae? Biasanya kau selalu ingin menjadi nomor satu waktu menggantungkannya di perapian.”

Senyuman kecut terulas sebentar di bibirku, “Santa Claus tidak mau membuatku bahagia dengan berbagai macam hadiah serta mainannya di hari natal ini.” Ujarku kemudian berlalu menuju kamar membiarkan kepala mereka terisi penuh tanda tanya karna ucapanku.

 

I just want you for my own, more than could you ever know

Make my wish come true, all I want for Christmas is you

 

Untuk kedua kalinya kulempar ponsel ku sembarang arah lalu menjatuhkan diri ke kasur ku. Kepalaku pening seketika. Tak kusangka efek kehadirannya benar-benar dalam bagiku. Tidak usah menunggu lama, lagi-lagi kupungut ponsel tadi dan untuk kesekian kalinya merasakan kecewa. Ponsel itu diam, sama sekali tidak memberikan tanda-tanda ada panggilan masuk atau minimal pesan masuk darinya. Aku menelungkup, menambah sesak di dadaku. Harapanku padanya untuk menghubungiku di malam penghujung natal luntur sudah. Hanya tinggal 30 menit lagi, waktu memasuki hari esok dan dia masih tanpa kabar.

Kucoba mengetikkan pesan hanya iseng menanyakan kabar mungkin? Tidak! Dia bakal menarik kesimpulan bahwa aku tertarik padanya atau parahnya dia sadar aku telah jatuh padanya. Jujur ini pertama kalinya aku jatuh dalam pesona lelaki.

 

Kreettt….

 

Terdengar pintu berderit, ku yakin dia adalah utusan dari member lain. “Eonni, kenapa? Sakitkah?” Suara lembut sang maknae terdengar. Ranjangku agak goyang saat dia duduk di bibir ranjang. Aku menoleh padanya dan menggeleng lemah. Mataku seketika terhipnotis pada sosok Seohyun. Dia cantik, sangat cantik, memiliki suara indah, tubuh semampai dan umurnya tergolong muda. Sedangkan aku? Aku tidak sesempurna Seohyun dan perlu diingat kalau aku tidak iri padanya. Hanya saja aku berusaha maklum banyak artis lelaki yang menyukainya daripadaku.

Eonni!” Panggilnya membawa kesadaranku kembali. “Aku ingin kami memiliki hari libur lebih panjang pada malam Natal. Kalau Eonni sendiri, ehm?”

“Aku hanya ingin dirinya seorang, Seohyun-ah.”

Nde??”

Lagi-lagi aku menghindar keluar kamar menuju ruang tengah, berbaur kembali bersama saudariku lainnya.

 

I won’t ask for much this Christmas, I won’t even wish for snow

I’m just gonna keep on waiting, underneath the mistletoe

 

“YA! Tiffany Hwang! Apa yang kau lamunkan di malam natal?!”

Kulempar tatapan mematikan pada dongsaeng ku satu ini. Dia hanya menyengir melihatku, benar-benar tidak merasa bersalah memanggilku tanpa sopan santun! “YA! Choi Sooyoung! Cobalah memanggil orang yang lebih tua menggunakan ‘Eonni’.” Sungutku kesal. Sooyoung ikut duduk disampingku sembari memeluk lutut, sepertinya dia ingin membuatku kesal dengan cara mengikuti semua sikapku. “Eonni…”

“Ehhmm??”

“Khusus malam natal ini aku menginginkan banyak sekali. Antara lain hari libur, aku juga ingin pergi ke Italia pada malam natal dan berkuliner ria. Oh ya, aku juga ingin SNSD comeback pada malam natal. Seru bukan? Sayangnya tidak bisa, kita comeback pada awal tahun baru seperti tahun lalu. Namun keren juga kok. Aku ingin berkumpul bersama keluargaku lalu Santa Claus memberiku ponsel baru, baju baru, lap..—“

“YA! Choi Sooyoung! Banyak sekali yang kau inginkan?! Seharusnya kau tidak menginginkan hal sebanyak itu.” Cibirku membuatnya meringis. Keributan yang didatangkannya sungguh membuatku susah kembali pada lamunanku. “Kenapa Eonni yang repot? Aku kan tidak minta pada Eonni. Memangnya seberapa sedikit keinginan Eonni?” Tantangnya

“Tidak banyak, hanya satu keinginanku. Bahkan aku tidak berharap turunnya salju tahun ini.”

Wae? Tidak ada larangan membuat banyak keinginan, Eonni. Kau bisa membuatnya sebelum jarum jam tepat pukul 12.” Ujar Sooyoung mencoba membangunkan semangatku. Sayangnya aku tidak tertarik kali ini.

Ani, aku tidak bisa. Aku harus bertahan menunggu di bawah pohon natal.”

 

I won’t make a list and send it, to the North Pole for Saint Nick

I won’t even stay awake to hear those magic reindeers click

 

“Cih! Kalian mengobrol tanpa mengajakku!”

Aku tersenyum tipis menanggapi sindirian si Ice Princess yang datang tiba-tiba seperti biasa. Dia duduk disebelah kiriku, mengapitku diantaranya dan Sooyoung. Jessica tersenyum manis lalu mengeluarkan sepucuk surat dari belakang punggungnya. “Fany-ah, kau tidak membuat surat?” Tiga garis sejajar terbentuk sempurna di dahiku. “Mwo? Surat untuk apa?” Tanyaku membuatnya terbahak aneh. “Untuk siapa lagi? Jelas untuk Santa Claus! Aku sudah membuat daftar keinginanku dan nanti ku kirim ke Kutub utara.” Lihatlah! Si tukang tidur ini makin aneh dengan tingkahnya. Aku memalingkan wajah dan betapa terkejutnya Sooyoung juga memegang surat bewarna biru miliknya.

“YA! Apa kalian sudah gila? Bagaimana caranya mengirim ke Kutub utara?!” Teriak ku frustasi, sukses membuat mereka tersenyum tiga jari.

“Yang penting tidak melalui kantor pos.” timpal Taeyeon dan aku ternganga lebar. Oh Tuhan! Mereka semua membuatku frustasi!

Karena terlalu muak menonton aksi gila mereka, aku bangkit berdiri menuju teras. Menghindari aksi lanjutan mereka yang kuyakin masih banyak sekali.

 

Clingg.. Clingg..

 

“Tiffany! Ayo kemari! Apa kau tidak dengar suara lonceng rusa Santa!?” Lagi, mereka mengerjaiku. Dapat kutebak ‘rusa’ yang mereka maksud adalah YoonA. Mana ada lonceng rusa Santa terdengar sampai sini?

“AKU TIDAK PEDULI KIM TAEYEON!!!”

 

I just want you for my own, more than could you ever know

Make my wish come true, all I want for Christmas is you

 

Kedua tanganku melingkar pada tubuhku. Rasa dingin menusuk kulitku hingga terasa ke sum-sum tulang. Namun tak ada secuil niat ku pergi dari teras. Pikiranku kembali terlempar dimana kami awal bertemu, bertukar nomor ponsel lalu berakhir pada berkirim pesan setiap harinya. Ya, aku dan Nichkhun. Bukan! Dia bukanlah kekasihku melainkan teman. Ya, hanya teman. Tapi apa masih bisa dikatakan teman ketika rasa cinta ini tumbuh bagaikan tumbuhan liar melilit di pagar, susah dibasmi. Bahkan rasa tersebut makin giat tumbuh walau setelah habis terpangkas.

Ya Tuhan, kabulkan lah keinginanku kali ini. Aku tidak mau apapun Natal ini. Hanya dia yang kuingin. Meski ini terlihat semu tapi kuyakin tidak ada yang tidak mungkin di mata-Mu.

 

All the lights are shining, so brightly everywhere

And the sound of children’s laughter fills the air

And everyone is singing, I hear those sleigh bells ringing

 

Mataku terbuka perlahan, terbangun dari doaku. Ku hapus setitik air yang berhasil lolos dari pertahanku. Sekarang aku tahu, sisi lain dari kelemahanku selain menari adalah cinta. Lampu jalan menyala memberi efek terang disetiap sisi kiri-kanan jalan. Jalanan kian ramai, suara tawa anak-anak terdengar memenuhi udara malam ini. Tinggal 1 menit lagi, Natal pun tiba. Para manula berkumpul di depan rumah sembari menikmati teh dan kue jahe mereka, tak lupa juga nyanyian khas Natal.

Suasana begitu hangat menyergap, sampai pada puncaknya lonceng gereja yang terpaut 2 meter dari perumahan ini berbunyi. Sorak sorai nyaring kembali merobek syahdu-nya nyanyian para tetua. Senyuman tak hentinya hilang dari wajahku. Aku ikut merasa senang melihat keinginan mereka –menunggu malam Natal- tercapai. Mereka berhasil menahan kantuk untuk menyambut sang Santa Claus.

 

Santa won’t you bring the one I really need

Won’t you please bring my baby to me

 

Setiap manusia tersenyum puas memberi keteduhan pada hari Natal ini. Penantian mereka selama satu tahun tidak  sia-sia, semua yang mereka harapkan akan terkabul. Santa Claus akan datang setelah semua anak terlelap lalu memberi para anak baik hadiah sesuai keinginan dan kebutuhan mereka. Kulempar pandanganku ke langit. Tak seperti biasa, beribu-ribu bintang tertabur apik di atas sana menemani sang rembulan yang bersinar sangat terang. Benda-benda putih lembut layaknya kapas terus berjatuhan menemani keindahan malam Natal. Terkadang aku ragu apakah Santa Claus itu nyata? Kalau memang nyata apa dia hanya memberikan mainan pada anak-anak?

Tidak bisa kupungkiri, terselip rasa iri di dadaku. Aku juga ingin seperti mereka. Mendapat hal yang mereka inginkan pada malam Natal. Namun tetap saja mustahil. Aku sudah dewasa dan yang kuinginkan bukanlah benda ataupun mainan melainkan sosoknya serta perasaannya. Kuyakin perasaan seseorang tidak bisa diberikan bila bukan orang itu sendiri yang memberikannya. Tapi aku membutuhkannya, sosoknya bagaikan oksigen di kehidupanku. Meski tak bakal terwujud aku masih berharap, Santa dengan rendah hatinya membawa dia kehadapanku.

 

I don’t want a lot for Christmas, this is all I’m asking for

I just want to see my baby, standing right outside my door

 

Sudah kubilang berkali-kali, aku tidak menginginkan banyak untuk malam Natal seperti kebanyakan anak atau contoh paling mudah adalah para saudariku. Aku hanya ingin menginginkan dirinya berada di hadapanku dan mengucapkan selamat Natal padaku, itu saja. Lamunanku langsung buyar ketika suara Hyoyeon berkumandang memanggilku.

“Tiffany! Ada yang menunggumu diluar sana!”

Dengan malas aku beranjak dari tempatku, melemparkan tatapan tanya pada Hyoyeon dan dia hanya mengedikan bahu sekilas dan segera berlalu menuju dapur. Terpaksa aku menyambar mantel yang tergeletak di sofa, aku tidak yakin itu milik siapa. Namun dapat kutebak itu milik member lain yang teledor melemparnya kesembarang tempat. Kekesalanku semakin memuncak saat angin berhembus kencang menerpa tubuhku. Bagaimana bisa ada orang bertamu di jam segini dan cuaca seperti ini?! – rutukku dalam hati sambil mengeratkan mantel.

“Fany-ah…”

Tubuhku beku, kaki ku terhenti serasa tertancap pada bumi. Suara lembut itu sangat kuhafal. Pemilik suara itu juga adalah pemilik hatiku sekarang. Dia yang berhasil memporak-porandakan kehidupanku sampai seperti ini. Kupejamkan mataku, berusaha mengenyahkan khayalan yang mungkin masih tersisa di pikiranku. Ya, lagipula mana bisa ini nyata? Nichkhun mungkin lebih memilih duduk di dorm nyamannya bersama para member lain daripada di depan dorm ku hanya untuk memanggilku.

“Tiffany Hwang…”

Aku menggeleng-gelengkan kepala saat suara itu masih belum hilang dari benakku. Suaranya sangat mengangguku jika hanya sebuah fatamorgana buatanku. Namun dapat kurasa sebuah tangan kekar mencengkeram lembut lenganku dan memutar badanku. Mataku sontak membulat melihat namja dihadapanku adalah dirinya. Ya, ini bukanlah mimpi atau bayangan. Ini nyata! Nichkhun berada di depanku sekarang, malam ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini dan kurasa aku hampir pingsan bila ia tidak segera merengkuhku masuk dalam dekapan hangatnya.

Bagai tersengar beratus-ratus volt listrik, tubuhku masih kaku. Otakku tidak bisa berfikir jernih, bahkan waktu serasa berhenti. Suasana sunyi senyap yang kudengar hanyalah degupan jantungku yang berdentum melebihi rata-rata. Nichkhun, dialah satu-satunya orang yang bisa mempermainkan jantungku.

 

I just want you for my own, more than could you ever know

Make my wish come true, all I want for Christmas is you

 

“Tiffany, Merry Christmas.”

Kalian boleh menganggapku berlebihan tapi aku benar-benar melayang sekarang. Meski hanya ucapan Natal biasa yang kuperoleh namun itu tidak lagi biasa bila dia yang mengucapkannya. Aku benar-benar gila akan cinta!

“Selamat Natal juga, Khun.” Balasku berusaha menutupi kegugupanku sebenarnya.

“Tiffany, dengarkan aku baik-baik. Mungkin aku hanya mengatakannya sekali, kuharap kau mendengarnya dengan jelas.” Ucapnya masih belum melepas pelukan kami.

Nafasnya berderu menerpa leherku menambah kecepatan paru-paruku menarik oksigen. Perlahan tapi pasti bibirnya mulai menyentuh cuping telingaku, membuatku geli sesaat. Sekali lagi dia menghembuskan nafas panjang dekat telingaku membuat tubuhku seketika merinding. Kupasang indra pendengaranku baik-baik sesuai permintaannya….

“Hwang Mi Young, I love you.”

Namun dirinya lah yang melumpuhkan pusat sarafku membuat kinerja pendengaranku berkurang drastis. Aku masih sempat mendengarnya sekilas, tapi aku yakin dengan apa yang dikatakannya. Mataku berkunang, kebahagiaan datang kepadaku. Perutku geli, bagai ada kupu-kupu berjumlah besar berterbangan disana. Jantungku kini bekerja dua kali lipat dari sebelumnya saat dia malah mengeratkan pelukannya membuat nafasku tercekat.

I love you too, Nichkhun Buck Horvejkul.” Balasku dengan suara bergetar tertahan.

Dia menguraikan pelukan kami. Senyumannya sangat manis membuatku ingin meleleh detik ini juga. Tangannya mengeluarkan sebuah benda kecil dari saku jaketnya dan menunjukkan padaku. “Sekarang kau menjadi tuan putri di kerajaan Thailand, Tiffany.” Ujar Nichkhun, menyisipkan mahkota mungil tersebut diantara helai rambutku. Aku tertawa, dia memang terkenal sebagai Prince Thailand tapi bukannya itu hanya julukan fans untuknya?

Saranghae, Tiffany Hwang.” Katanya sekali lagi sebelum akhirnya mendaratkan kecupan di bibirku. Semakin waktu berlalu, kecupan itu berubah menjadi lumatan-lumatan lembut darinya.

Terimakasih Santa Claus memberikannya padaku dan mendatangkannya padaku malam Natal ini. Terimakasih Tuahn telah mengabulkan permintaanku lalu menjadikannya milikku pada malam paling berkesan ini. Terimakasih telah mencintaiku Nichkhun, kau adalah hadiah paling berkesan untukku pada momen Natal. Aku berjanji menjaga Nichkhun dengan baik, mempertahankan hubungan kami sampai sabda Tuhan yang memisahkan kami.

 

.

.

.

THE END

.

.

.

Saya eyinzz dan sekeluarga ingin mengucapkan

MERRY CHRISTMAS ALL!
Selamat Natal bagi yang merayakan ya~~
God Bless Us! o:)

Khusus untuk shipper-nya Nichkhun-Tiffany aku persembahkan FF abal ini.

Maaf kalau ada typo atau aneh. Karena ini aku buat ngebut 3 jam termasuk pengeditan kilatnya
Terimakasih banget buat yang udah mau baca nih FF abal.

 

 

 

 

16 thoughts on “[FF Freelance] All I Want For Christmas Is You

  1. Sweet! Akhirnyaaaa baca ff khunfany juga di awal 2014 ini hehehe^^
    Good. Aku suka kata-katanya manis semanis senyum tiff (?)

  2. awalnya aku bukan shipper khunfany tapi setelah adanya berita bahwa khunfany berpacaran aku jadi suka mereka, soalnya nichkhun ganteng hihi…pasti shipper khunfany pada jingkrakkan karna mereka real.

    Oh sweet bnget sih mereka…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s