[FF Freelance] You Should Be Mine (Part 3)

fanfiction 21

 

Title : You Should Be Mine [Chapter 3]

Author: J.A.Y/@yupitamrd

Genre: Romance, school life

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-K Kai
  2. EXO-K Sehun
  3. EXO-K Chanyeol
  4. EXO-K Baekhyun
  5. Jung Ahyeon (OC)
  6. Han Ji Eul (OC)
  7. EXO-M Kris
  8. EXO-M Luhan
  9. Shin Seorin (OC)

Rating: PG-17

Length: 3,883 word

Previous part: Part 1, Part 2

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com www.readfanfiction.wordpress.com www.kpopsotoybanget.wordpress.com  dan di page Facebook https://www.facebook.com/EXOFanFiction?ref=ts&fref=ts Terimakasih~ 😀

****************

‘seorin kembali?’ batin Baekhyun. Baekhyun langsung beranjak dari duduknya. Ia langsung menghampiri Song ahjumma yang masih berdiri di ambang pintu. Bahkan Baekhyun mengabaikan rasa sakit dikakinya. Ia memegang bahu wanita paruh baya itu.

“apa benar Seorin ada dibawah?” tanya Baekhyun sekali lagi.

“ne, tuan muda. Nona Seorin sedang menunggu anda dibawah sekarang” jawab Song ahjumma.

Mendengar jawaban Song ahjumma Baekhyun langsung melangkahkan kakinya kelantai satu. Rasa bahagia telah memenuhi dirinya sekarang. Ia benar-benar ingin menemui Seorin sekarang. Bahkan Baekhyun pergi meninggalkan Ahyeon dan teman-temannya yang masih mematung didalam kamarnya.

Ahyeon terdiam. Ia masih mencerna dengan yang terjadi barusan. Semua penghuni kamar itu sedang menatap Ahyeon sekarang. Ahyeon sadar dirinya tengah diperhatikan.

“kenapa???” tanya Ahyeon.

Kai beranjak dari duduknya, ia menghampiri Ahyeon.

“ayo kebawah” ajak Kai. Kai meraih tangan Ahyeon dan menggenggamnya lembut. Kai lalu membawa Ahyeon turun bersamanya.

============

“Seorin telah kembali?” tanya Sehun.

“apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanya Luhan.

“mungkin benar yang dikatakan Kai waktu itu” ujar Chanyeol.

“apa? Apa yang dia katakan?” tanya Ji Eul.

“tenanglah, sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya” ujar Luhan seraya menenangkan Ji Eul.

“lebih baik kita ikut kebawah sekarang” saran Kris.

‘apa ini juga bagian dari rencana Kai?’ batin Kris. Mereka semua beranjak dari duduknya masing-masing.

Sementara itu dilantai satu…..

Baekhyun menatap seorang yeoja yang sedang duduk membelakanginya sekarang. Perlahan tapi pasti, Baekhyun mulai melangkahkan kakinya mendekat. Perasaannya bercampur menjadi satu sekarang. Rasa rindu, terkejut, bahagia, sedih maupun marah semuanya telah bercampur didalam diri Baekhyun.

Baekhyun perlahan menyentuh lembut pundak yeoja itu. Baekhyun takut jika semua ini hanya ilusi semata yang tercipta dimatanya.

“Seorin” ucap Baekhyun lirih.

Merasakan ada tangan yang menyentuh pundaknya, Seorin pun menoleh kan kepalanya kepalanya. Ia tersenyum menatap Baekhyun. Mata Baekhyun membulat sempurna. Ia masih tidak percaya jika yang ada dihadapannya sekarang adalah seorang Shin Seorin.

Baekhyun menarik tangannya kembali dari pundak Seorin. Seorin beranjak dari duduknya. Ia pun memutari sofa besar yang ia duduki. Berjalan mendekat kearah Baekhyun dan memeluk namja itu.

“aku sangat merindukan mu” ucap Seorin.

Baekhyun masih tidak bergeming sama sekali. Lidah nya terasa sangat kaku. Mendapat respon yang aneh dari Baekhyun seorin pun merenggangkan pelukannya. Ditatapnya mata Baekhyun lekat-lekat.

“kenapa kau diam? Kau tidak merindukan ku, eoh?” tanya Seorin lagi.

Masih tidak ada satupun jawaban yang keluar dari mulut Baekhyun. Yang Baekhyun lakukan sekarang hanyalah memandangi wajah Seorin. Ia menyentuh lembut pipi Seorin. Menyentuhnya dengan sangat lembut, seakan-akan pipi Seorin adalah sebuah kristal yang rapuh.

“ini benar kau?” tanya Baekhyun.

Seorin mengangguk pelan. Ia mulai meraih tangan Baekhyun yang menyentuh pipinya. Menggenggamnya secara perlahan. Perlahan namun pasti Seorin mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun.

Chu~

Seorin memberikan kecupan hangatnya kepada Baekhyun. Meyakinkan sekali lagi bahwa namja itu sedang tidak bermimpi. Baekhyun terkejut dengan sikap Seorin. Saat ini yang dilakukan Seorin hanya menempel kan bibirnya saja dengan bibir Baekhyun. Mencium baekhyun tanpa ada rasa nafsu sedikit pun.

Ahyeon…

Yeoja itu sudah berdiri sejak tadi. Memandangi kejadian yang ada didepan matanya sekarang. Seakan di hujamkan dengan batu. Hatinya terasa sangat sakit sekarang. Berusaha berfikir bahwa yang ia lihat hanya bayangan semata. Terlalu sulit bagi Shyeon untuk menerima kenyataan yang ada didepannya. Ahyeon meremas kuat ujung rok seragamnya. Matanya serasa panas, perlahan genangan air terlihat di pelupuk mata gadis itu.

Kai merasa jengah dengan pemandangan ini. Melihat Baekhyun dan Seorin yang saling menempelkan bibir mereka satu sama lain. Ia melihat ke sisi kanan nya. Ahyeon, yeoja itu tengah berusaha keras menahan air mata.

Kai pun mendekatkan dirinya kearah Ahyeon. Berdiri didepannya agar Ahyeon tidak terlalu lama melihat semuanya. Memaksa pandangan gadis itu hanya tertuju padanya.

“jangan dilihat” ucap Kai.

“aku sudah melihatnya” ucap Ahyeon. Rahangnya mulai mengeras. Tidak ada pilihan lain…

Kai mulai meraih kepala Ahyeon dan membenamkan di dadanya. Memberikan yeoja itu pelukan yang hangat.

Ahyeon sudah tidak bisa lagi menahan airmatanya lebih lama lagi. Ia menangis di dalam pelukan Kai. Perlahan tangan Ahyeon mulai membalas pelukan Kai. Meremas seragam belakang namja itu sebagai bentuk pelampiasannya.

“menangislah” ujap Kai. Mendengar itu, Ahyeon semakin mengeratkan pelukannya. Dapat Kai rasakan seragamnya yang mulai basah karena airmata Ahyeon. Hal ini tidak membuat Kai merasa keberatan sama sekali.

“kurasa aku tau jawabannya” ucap Ji Eul.

Sehun, Kris, Chanyeol, Luhan dan Ji Eul masih di lantai dua. Mereka masih terpaku melihat kejadian yang mereka lihat dari atas. Baekhyun dan Seorin yang saling berciuman. Kai dan Ahyeon yang saling berpelukan. Selanjutnya apa lagi yang akan mereka lihat?

Baekhyun melepaskan pertautan bibirnya dengan bibir Seorin. Sekarang apa yang harus dia lakukan?. Otaknya tidak dapat berfikir lagi sekarang. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Baekhyun segera memeluk Seorin. memeluknya dengan erat. Menumpahkan semua rasa rindunya dulu melalui pelukan itu.

Seorin membalas pelukan Baekhyun. Namun beberapa saat, Seorin sadar. Bukan hanya ia dan Baekhyun saja yang berada diruangan itu. Seorin melihat ada Kai didepan matanya. Posisi Kai sedang membelakangi Seorin. Kai yang berdiri lurus dengan pandangnya. Dan siapa pula yang sedang dipeluk Kai? Seorin mulai melepaskan pelukan Baekhyun.

“Kai?” panggil Seorin pelan.

Merasa ada yang memanggil nama Kai, Ahyeon perlahan mulai melepaskan pelukannya. Namun segera ditahan oleh Kai.

“dia memanggilmu?” ucap Ahyeon. Suaranya terdengar serak.

Kai mulai berbalik. Ia memandang Seorin yang tengah tersenyum kepadanya. Kai membalas senyuman Seorin. Kemudian pandangan Kai beralih ke namja yang ada di sebelah Seorin.

Byun Baekhyun….

Dalam waktu yang cepat senyuman Kai mulai memudar. Ekspresi wajah nya mengisyaratkan akan kebencian kepada seorang Baekhyun. Bagaimana tidak? Tidak bisakah Baekhyun melihat bahwa ada Ahyeon yang melihat semuanya.

Baekhyun….

Namja itu menatap lurus kearah yeoja yang ada dibelakang Kai. Yeoja itu tengah menghapus jejak airmata di pipinya. Seketika Baekhyun merasa lemas di tubuhnya. Ia benar-benar tidak sadar jika ada Ahyeon yang sedari tadi sudah berdiri disitu. Dan dapat dipastikan Ahyeon pasti sudah melihat semuanya.

‘aku menyakitinya’ batin Baekhyun. Baekhyun benar-benar merasa bersalah sekarang.

Baekhyun juga melihat kearah atas. Ada Sehun, Kris, Chanyeol, Luhan dan Ji Eul yang masih diatas. Mereka melihat semuanya.

Tatapan Seorin tertuju kepada Ahyeon. Seorin melihat mata Ahyeon yang sembab.

‘dia habis menangis’ batin Seorin

“Baekhyun-a, dia siapa?” tanya Seorin.

Baekhyun menoleh kearah Seorin. Tatapan Seorin masih saja lurus kepada Ahyeon.

“dia… dia” jawab Baekhyun dengan terbata-bata. Kai tersenyum simpul. Ia tau, Baekhyun pasti tidak bisa mengatakan apapun setelah apa yang terjadi.

“aahh~ Baekhyun hyung pasti terlalu BAHAGIA dia sampai gugup seperti itu” ucap Kai sambil tersenyum. Kai sengaja menekankan kata ‘bahagia’ untuk menyindir baekhyun.

“dia adalah Ahyeon” sambung Kai lagi.

Seorin berjalan mendekat kearah Ahyeon. “annyeong, aku Seorin bangapseumnida” sapa Seorin. Seorin mengulurkan tangannya kearah Ahyeon.

Ahyeon menatap Seorin yang sedang tersenyum kearahnya.

“aku Ahyeon. Jung Ahyeon” ucap Ahyeon sambil berjabat tangan dengan Seorin.

“sepertinya kau habis menangis” Seorin menggerakan tangannya kearah pipi Ahyeon. Ia hanya ingin menghapus sisa airmata di pipi Ahyeon. Namun Ahyeon berjalan mundur, ia mencoba menjauh dari Seorin.

Seorin mengeryit heran dengan sikap Ahyeon. Ia merasa Ahyeon sedang menjauhinya sekarang.

“maafkan aku, tapi aku harus pulang” Ahyeon membungkukan badannya. Ia pun segera pergi dari tempat itu. Yang difikirannya sekarang adalah menjauh dari tempat itu dan menenangkan pikirannya.

“ada apa dengan dia??” tanya Seorin.

“aku akan mengantarnya” ucap Kai. Kemudian ia pergi menyusul Ahyeon.

Baekhyun…. Ia ingin rasanya mengejar yeoja itu. Tapi kaki nya terasa kaku untuk digerakkan. Ia hanya bisa menatap punggung Ahyeon yang semakin lama semakin menjauh.

‘apa yang ku lakukan?’

Chanyeol mulai menghampiri Baekhyun, sedangkan yang lainnya menghampiri Seorin.

“apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau bahkan tidak mengejarnya??” tanya Chanyeol. Baekhyun hanya diam.

Luhan, Ji Eul, Sehun dan Kris mereka semua menghampiri Seorin.

“apa aku melakukan kesalahan?” tanya Seorin.

“tentu saja” ucap Ji Eul ketus.

“ne” ucap Seorin terkejut. Ia hanya menatap aneh sekaligus bingung kearah Ji Eul.

“kau siapa??” tanya Seorin yang menatap Ji Eul dari atas sampai bawah.

“dia Ji Eul” sahut Luhan. Ji Eul masih menatap Seorin dengan sinis.

Di tempat lain……

Ahyeon terus saja berjalan cepat. Ia terus melangkah kan kaki nya kedepan. Tidak peduli dengan tatapan orang sekitar yang melihatnya. Ia hanya ingin segera pulang beristirahat dan ketika ia bangun ini semua hanya mimpi.

“Ahyeon!!!…” Kai memanggilnya dari belakang. Namja itu berlari mengejar yeoja yang ada didepannya. Ahyeon masih tidak memperdulikan panggilan Kai dari belakang.

Kai semakin mempercepat langkahnya dan..

“kena kau” ucap Kai dengan nafas yang terengah-engah. Kai berhasil meraih sebelah kanan tangan Ahyeon. Ahyeon membalikan tubuhnya dan menunduk. Saat ini ia terlalu malu.

“kau yeoja kenapa jalan mu cepat sekali eoh?” ucap Kai yang masih mengatur nafasnya. Ahyeon masih diam.

“ayoo” ucap Kai seraya menarik tangan Ahyeon kembali. Ahyeon menahan tangannya.

“aku tidak mau kembali kesana” ucap Ahyeon.

“aku tidak akan membawa mu kesana” ucap Kai. Kai lalu mengajak Ahyeon pergi.

Di dalam mobil…

Kai masih fokus menyetir, sementara Ahyeon ia lebih memilih diam.

“katakan kau mau kemana, aku akan menemanimu kemana saja?” ucap Kai. Sesekali ia menoleh kearah yeoja itu.

“aku ingin pulang” sahut Ahyeon tanpa melihat kearah Kai. Pandangannya masih menatap keluar jendela.

“aku akan mengajakmu kesuatu tempat” ucap Kai. Tidak ada penolakan dari Ahyeon sama sekali. Yeoja itu bahkan masih tetap dan memilih melihat kearah jalanan di luar.

============

Mereka semua telah berkumpul diruang tengah. Duduk dan menanti sampai Baekhyun berbicara duluan. Seorin sesekali menatap Baekhyun kemudian beralih kearah yang lain. Baekhyun menghela nafas beratnya.

“Ahyeon adalah yeojachingu ku” ucap Baekhyun. Kemudian ia menatap Seorin.

“mwo?” Seorin tercekat. Ia terkejut dengan yang Baekhyun katakan.

“Ahyeon adalah yeojachingu ku” Baekhyun mengulangi perkataannya.

Semuanya diam. Tak ada satupun yang berani berbicara.

Seorin masih tetap saja tidak percaya dengan yang Baekhyun katakan. Bagaimana bisa? Tujuannya kembali ke Korea adalah ia ingin kembali kepada Baekhyun. memperbaiki semuanya, tapi yang didapat adalah ternyata sudah Baekhyun memiliki yeojachingu lain.

“kau mencintainya?” tanya Seorin.

Baekhyun terpaku dengan pertanyaan yang baru ia dengar. Ia berfikir dua kali.

Dulu, ia hanya ingin main-main saja dengan Ahyeon. Baekhyun fikir dengan menyibukan dirinya dengan Ahyeon ia bisa melupakan Seorin secara perlahan. Namun ketika ia mulai bisa melupakan semuanya, Seorin kembali. Mengenai perasaannya….

Baekhyun masih ragu dengan perasaannya kepada Seorin. Melihat kedatangan Seorin rasanya sangat membahagiakan bagi Baekhyun. Rasanya perasaan itu ikut kembali bersama kedatangan Seorin.

Tapi Ahyeon, ia juga tidak bisa melupakannya. Ia juga merasa sakit karna telah menyakiti Ahyeon secara terang-terangan. Waktu yang telah merubah perasaanya terhadap Ahyeon.

Baekhyun masih belum menjawab pertanyaan Seorin.

“aku kembali untuk memperbaiki hubungan kita” ucap Seorin lagi.

“Baekhyun~a aku ………..” Seorin belum selesai dengan perkataannya Baekhyun sudah menyela duluan.

“kau baru datang, pasti kau lelah. Pulanglah. Aku akan meminta supir Kim mengantarmu sampai rumah” Baekhyun bangkit dari duduknya.

“tapi…” ucap Seorin. ia baranjak dari duduk nya.

“aku lelah Seorin, maafkan aku. Tapi aku ingin istirahat” ucap Baekhyun lalu pergi ke kamarnya. Pandangan Seorin hanya mengikuti kepergian Baekhyun.

“Baekhyun benar, kau baru sampai nuna. Sebaiknya kau pulang” ucap Sehun.

“aku akan bicara lagi dengannya besok” ucap Seorin.

“terima kasih untuk hari ini” sambungnya lagi. Kemudian Seorin mengambil tas nya dan pergi.

Ji Eul mendengus kesal.

“ssshh! kedatangannya hanya membuat semuanya menjadi kacau” ucap Ji Eul. Semuanya menatap Ji Eul.

“jika ada yang datang maka harus ada yang pergi juga. Haaahhh~” Kris beranjak dari duduknya “aku ingin pulang duluan” sambung Kris lagi.

“aku ikut hyung” sahut Sehun.

Kris dan Sehun telah pergi. Kini yang tersisa di ruangan itu hanya Ji Eul, Luhan dan Chanyeol.

“aku kasihan dengan Ahyeon, bagaimana dengannya sekarang?” ucap Ji Eul. Ji Eul segera mencari ponsel nya di saku blazer miliknya. Ji Eul berniat menghubungi Ahyeon untuk menanyakan keadaannya. Tapi niat itu dihentikan oleh Chanyeol.

“jangan menghubunginya. Dia pasti ingin sendiri sekarang. Beri saja dia waktu” ucap Chanyeol.

“Chanyeol benar chagi, berikan saja dia waktu” ucap Luhan.

Ji Eul nampak berfikir “bukankah lebih baik aku menghubunginya? Siapa tau ia butuh teman untuk di ajak curhat” ucap Ji Eul.

“iya, tapi tidak sekarang” ucap Luhan.

‘Benar yang dikatakan Luhan?’

“baiklah” ucap Ji Eul.

“sebaiknya kau juga pulang, ini sudah sore” ucap Luhan. Ji Eul mengangguk.

“aku ingin mengantarnya pulang dulu. Kau ingin sekalian?” tawar Luhan kepada Chanyeol.

“aku akan disini sedikit lebih lama, Baekhyun pasti butuh teman” ucap Chanyeol.

“baiklah, aku duluan” ucap Luhan.

“hati-hatilah dijalan” ucap Chanyeol.

Chanyeol kemudian mengantar Luhan dan Ji Eul sampai pintu depan.

==============

Ahyeon dan Kai….

Hembusan angin sore menerpa wajah keduannya. Merasakan lembutnya pasir yang sedang mereka pijaki. Menikmati suasana sore. Suara desiran ombak yang mengalun indah menenangkan fikiran keduanya.

Mereka sedang duduk di pinggir pantai saat ini. Kai sengaja mengajak Ahyeon ke pantai, karena Kai fikir semua yeoja menyukai itu. dan sepertinya benar, Ahyeon nampak menikmati suasana pantai yang ia dapatkan saat ini.

Selama di perjalanan ia tidak banyak berbicara. Kai memutuskan untuk membuka pembicaraan mereka duluan.

“merasa lebih baik?” tanya Kai.

Ahyeon mengangguk dan tersenyum kearah Kai. Baru pertama kali ini Kai melihat Ahyeon tersenyum kepadanya. Kai senang melihatnya. Melihat bagaimana cara Ahyeon tersenyum kepadanya.

“Kai?” panggil Ahyeon pelan.

“hmm..” Kai menoleh kearah Ahyeon.

“tidak papa jika aku memanggilmu begitu?” tanya Ahyeon ragu.

“hahaha. Tentu saja. aku senang jika kau memanggilku begitu” ucap kai.

Hening………….

“kai” panggil ahyeon pelan. Kai hanya menoleh kearah ahyeon. Suara ahyeon hampir samar dengan suara desiran ombak, tapi kai masih bisa mendengar suara Ahyeon memanggilnya.

“apa mereka sangat dekat?” tanya Ahyeon.

Kai mengerti siapa yang dimaksud ‘mereka’ oleh Ahyeon. Kai menghela nafas nya sebentar.

“kau ingin aku menceritakannya dari mana?” tanya Kai.

“dari awal” ucap Ahyeon.

Kai tediam untuk beberapa saat. Sebelum ia memulai ceritanya Kai memegang kedua bahu Ahyeon dan menatap mata Ahyeon lekat-lekat.

“jika aku ceritakan berjanjilah kau tidak boleh sedih karenannya. Arrachi?” ucap Kai. Ahyeon mengangguk kecil.

“Baekhyun dan Seorin saling mencintai satu sama lain. Aku tidak tau apakah mereka sempat berpacaran atau tidak? Karena hubungan mereka memang sulit untuk ditebak. Suatu hari ibu Baekhyun meninggal. Bagaimana pun juga Baekhyun sangat menyayangi ibunya dan ia merasa sangat terpukul dengan kepergian ibunya. Hanya Seorin…. hanya Seorin lah Baekhyun mau terbuka. Bahkan dengan kami pun ia tidak mau berbicara. Setelah itu aku tidak tau lagi hahaha” ucap Kai sambil tertawa ringan.

Ahyeon menaikan kedua alisnya. Ia merasa cerita Kai berhenti ditengah jalan.

“kenapa kau tidak tau?” tanya Ahyeon.

“karena setelah itu aku pergi ke Amerika dan aku tidak pernah mendengar kabar mereka berdua lagi” jawab Kai.

“tapi Chanyeol hyung pernah bercerita, seminggu setelah aku pergi Seorin juga pergi ke LA. Bahkan ia pergi tanpa memberi tau siapapun. Baekhyun yang saat itu tau bahwa Seorin meninggalkannya memutuskan untuk menyusul Seorin. Tapi Chanyeol hyung bilang yang didapatkan Baekhyun hanya sebuah penghianatan dari Seorin. setelah Baekhyun kembali ke korea keadaanya menjadi berantakan. Hanya itu yang Chanyeol hyung katakan” sambung Kai.

“jadi selama ini Baekhyun masih mencintai Seorin, dan aku hanya…” Ahyeon menghentikan perkataannya. Ia terdiam.

Kai menuggu Ahyeon melanjutkan kata-katanya.

“dijadikan tempat pelariannya” ucap Ahyeon.

Didalam hati Kai ia merasa senang Ahyeon mengetahui semuanya. Lega. Perasaan itu yang sedang Kai rasakan.

‘benar-benar di luar dugaan’ batin Kai.

“ayoo” Kai bangkit dan mengulurkan tangannya kepada Ahyeon.

“aku harus mengantarmu pulang” sambung Kai lagi. Ahyeon lalu menyambut tangan Kai.

==================

Baekhyun sedang membaringkan tubuhnya di atas kasur. Menatap kearah langit-langit kamarnya. Mencoba menjernihkan pikirannya. Sekarang yang ada di pikirannya hanya Ahyeon dan Seorin. Baekhyun merasa gusar. Ia lebih baik memutuskan untuk menghubungi Ahyeon.

Tuuuttt… tuuttt…

Telfonnya tersambung.

‘ayo angkatlah’

“yeobseyo”

Baekhyun mengryitkan dahinya. Yang terdengar bukanlah suara Ahyeon, melainkan suara seorang namja. Dan namja itu adalah Kai.

“Kai?? Dimana Ahyeon?? Kenapa kau yang mengangkat telfonnya” tanya Baekhyun.

“aaahhh~ kau mengganggu acara ku hyung” ucap Kai.

“apa yang sedang kau lakukan?” tanya Baekhyun.

“ternyata kau masih peduli dengannya. Saat bersama Seorin tadi kau….” ucapan Kai terputus.

“dimana dia! Dan kenapa kau bisa bersamanya!” tanya Baekhyun sarkatis. Baekhyun saat ini sedang menahan emosinya.

“dia ada di kamar mandi, ahhh~ aku lupa memberi tau ya, saat ini kami sedang berduaan saja di dalam apartemennya” ucap Kai.

“MWO!!! Yaa!! aku akan kesana!” ucap Baekhyun.

“tidak usah membuang tenagamu hyung. Lagipula aku tidak yakin saat ini dia masih ingin bertemu dengan mu” ucap Kai.

“yaaa!!! Aku namjachingu nya! tunggu sampai aku bertemu dengan mu! Akan ku hajar kau!” ucap Baekhyun. Kemudian Baekhyun memutuskan panggilannya. Ia segera berganti baju dan mengambil kunci mobilnya. Baekhyun benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi.

‘sedikit saja kau menyentuhnya akan kubunuh kau!’ batin Baekhyun.

Baekhyun keluar dari kamarnya. Saat menuruni tangga ia berpapasan dengan Chanyeol yang membawa segelas susu. Baekhyun terlihat tergesa-gesa.

“eoh?? Kau mau kemana? Ini sudah malam?” tanya Chanyeol.

“menemui anak itu” ucap Baekhyun lalu pergi meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri ditangga.

“siapa??” tanya Chanyeol. Tapi sepertinya Baekhyun tidak mendengar.

‘apa lagi yang terjadi?’ batin Chanyeol.

===================

Apartemen Ahyeon…..

Kai baru saja selesai berbicara dengan Baekhyun di telfon. Ia lalu memaksakan senyumnya.

“tadi kau tidak peduli. Sekarang kau ingin kesini menemuinya. Hah! Kau terlalu egois Byun Baekhyun” ucap Kai seraya meletakan kembali ponsel Ahyeon didalam tasnya.

‘kenapa dia mandi lama sekali’ batinnya.

Sekarang Kai sedang menunggu Ahyeon. Namja itu baru saja mengantar Ahyeon ke apartemennya dan saat ini ia tengah menunggu Ahyeon yang sedang mandi. Kai menunggu sambil melihat-lihat sekitarnya. Setelah melihat-lihat ia duduk dengan tenang di sofa.

Beberapa menit kemudian Ahyeon keluar dari kamar mandi. Sepertinya ia baru selesai keramas. Bisa dilihat dari rambutnya yang terbungkus keatas dengan sehelai handuk dan itu membuat leher putih Ahyeon terlihat seluruhnya.

‘shit!’ umpat Kai.

“menunggu lama” ucap Ahyeon.

Kai segera tersadar “tidak.. tidak papa” ucapnya. Kai segera mengalihkan pandangannya sebelum ia membangkitkan sesuatu dalam dirinya.

“kau ingin minum sesuatu?” Ahyeon berjalan mendekat kearah Kai.

“tidak usah” ucap Kai singkat.

“baiklah” ucap Ahyeon. Ahyeon lalu berjalan menuju kamarnya dan membuka pintu kamarnya.

“kau sendirian disini?” tanya Kai.

“eumm…” jawab Ahyeon disertai anggukan “aku ingin mengeringkan rambutku dulu”

“baiklah” ucap Kai. Ahyeon kemudian masuk kedalam kamarnya.

Beberapa saat kemudian Kai menyusul Ahyeon kedalam kamarnya.

Tok tok tok

“Ahyeon” Kai memanggilnya dari luar.

“masuklah” sahutnya dari dalam.

Kai kemudian masuk. Ia melihat Ahyeon yang sedang mengeringkan rambutnya. Ahyeon menyibakan rambutnya kesamping sehingga menampakan lagi lehernya itu. Kai berusaha meneguk ludahnya susah payah. Kai masih berdiri di ambang pintu.

“kenapa?” tanya Ahyeon.

Kai segera tersadar “kau butuh bantuan” tawar Kai.

“tidak terima kasih. Aku bisa melakukannya sendiri” jawab Ahyeon.

“baiklah. Jika butuh bantuan panggil saja aku” kemudian Kai menutup kembali pintu kamar Ahyeon.

Setelah selesai mengeringkan rambut Ahyeon keluar dari kamarnya. Ia melihat Kai sedang menonton tv di ruang tengah. Kai tau Ahyeon sudah keluar dari kamarnya kemudian ia berbalik.

“kau sudah selesai? Hahaha tidak papa kan aku menyalakan ini” canda Kai.

“tentu saja” ucap Ahyeon.

Kemudian Ahyeon duduk disebelah Kai. Saat Ahyeon duduk didekatnya tanpa sengaja mata Kai melihat kearah paha Ahyeon yang putih. Bagaimana tidak? Ahyeon saat ini hanya menggunakan kaos santai nya dan celana hotpants nya berwarna putih. Kai mengalihkan pandangannya kearah tv lalu menyeringai.

“Kai?” panggil Ahyeon.

“apa” Kai menoleh kearah Ahyeon.

“terima kasih untuk hari ini” ucap Ahyeon.

Kai hanya tersenyum

‘ini baru awal’

Kai melihat kearah jam tangannya. Sudah jam 10 malam.

“sudah malam, aku pulang dulu” ucap Kai. Kai lalu beranjak dari duduknya.

Ahyeon mengantar Kai sampai didepan pintu apartemennya. Kai lalu membuka pintunya. Saat membuka pintunya ekspresi Kai berubah. Begitu juga dengan Ahyeon. Mereka berdua terkejut melihat seorang namja yang sudah berdiri didepannya saat ini.

Baekhyun…….

Ia sudah ada didepan pintu apartemen Ahyeon. Tangan Baekhyun mengepal. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya.

Bukk…

Tanpa berlama-lama lagi Baekhyun meninuju Kai tepat diwajahnya. Kai terhuyung kebelakang. Baekhyun lalu menarik kerah Kai. Ahyeon terkejut melihat yang Baekhyun lakukan.

Bukkk…

Sekali lagi Baekhyun meninju wajah Kai.

“apa yang kau lakukan!!” bentak Baekhyun.

Kai tersenyum miris. Ia mendorong Baekhyun agar menjauhi tubuhnya. Kai berdiri dan marapikan seragamnya.

“hah! Aku… Aku hanya ingin merebutnya dari mu. Apa masalah?” ucap Kai.

“kau!!” Baekhyun menarik kerah seragam Kai dan akan meninju nya lagi. Namun semua itu dihentikan oleh Ahyeon.

“hentikan!” ucap Ahyeon.

Baekhyun menatap Ahyeon.

“berhentilah” ucap Ahyeon. Ahyeon berusaha kuat menahan tangis nya sekarang.

Cengkraman tangan Baekhyun di kerah baju Kai mulai mengendur. Ia melepaskan tangannya dari kerah seragam milik Kai.

Ahyeon dan Baekhyun saling bertatap-tatapan saat ini. Baekhyun berjalan maju kearah Ahyeon. Ia ingin memeluk yeoja itu. Namun baru beberapa langkah, Kai menghentikannya.

Kai menahan tangan Baekhyun. Baekhyun menoleh kearah Kai. Ia menghempaskan tangannya.

“kau hanya membuang-buang tenaga mu hyung” ucap Kai

“bukankah urusan mu sudah selesai. Pulanglah” ucap Baekhyun. Kai memandang sinis baekhyun.

“hah! Tadinya aku ingin pulang. Tapi sepertinya aku harus disini lebih lama lagi” ucap Kai.

“kau tidak ada urusannya dengan ini” Baekhyun menarik kerah Kai lagi.

“cukup! Tidak bisakah kalian berhenti membuat keributan disini”  ucap Ahyeon.

Baekhyun dan Kai menoleh kearah Ahyeon. Baekhyun menurunkan tangannya.

“aku ingin menjelaskan semuanya” ucap Baekhyun.

“aku tau semuanya” ucap Ahyeon.

“siapa yang mengatakannya? Siapa yang mengatakan itu semua!” Baekhyun mulai menaikan nada suaranya. Ahyeon benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Dengan kedipan mata perlahan butiran Kristal bening jatuh dari matanya.

“apa dia yang mengatakannya” ucap Baekhyun seraya memberikan tatapan sinisnya kearah Kai. Kemudian pandangannya beralih lagi kearah Ahyeon.

“kau percaya padanya” ucap Baekhyun menghampiri Ahyeon. Baekhyun memegang kedua bahu Ahyeon. Ahyeon tidak ingin melihat kearah Baekhyun. Semakin melihat Baekhyun, Ahyeon semakin mengingat kejadian tadi siang. Ahyeon hanya melempar pandangannya kearah samping. Baekhyun menatap mata Ahyeon lekat-lekat.

“aku bisa menjelaskan semuanya. Ku mohon dengarkan aku Jung Ahyeon” ucap Baekhyun lembut.

“jangan memaksanya hyung” ucap Kai. Ahyeon menghela nafasnya pelan.

“tidak papa Kai” ucap Ahyeon seraya tersenyum kearah Kai.

“hanya 5 menit” ucap Ahyeon. Ahyeon menatap Baekhyun “aku beri waktu 5 menit”.

“apa?? Ahyeon kau tidak sadar, bagaimana jika…” ucapan Kai terpotong.

“Kai, ini sudah malam. Kau pasti lelah. Aku bisa mengatasinya” ucap Ahyeon. Baekhyun tersenyum senang. Ahkirnya Ahyeon mau mendengar penjelasannya.

“baiklah, aku pulang”ucap Kai.

======================

“ne eomma, aku sudah sampai tadi siang”

“kenapa tidak langsung menghubungi eomma?”

“mianhae, aku baru bisa menghubungi eomma sekarang”

“kau tau eomma khawatir”

“mmm, aku tidak akan mengulanginya lagi”

“yasudah, disana pasti sudah malam chagi, tidurlah. Bukankah kau harus kesekolah besok?”

“ne eomma. jaljayo~”

“ne, have a nice dream chagi”

Yeoja itu memutuskan panggilan telfonnya. Ia baru saja menerima telfon dari ibunya yang berada di LA.

Shin Seorin….

Gadis itu menghempaskan tubuhnya diatas kasur nya. Meraba-raba seprai kasurnya dengan tangannya.

“sudah lama sekali” gumamnya.

“haaaaahhhh~” Seorin menghela nafasnya berat.

Baru saja ia meletakan ponselnya diatas meja, ponselnya kembali berdering. Seorin mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya.

‘Kim Joonmyeon’

Setelah melihat nama yang tertera di ponselnya ia langsung mereject panggilan itu. Seorin kembali menaruh ponselnya diatas kasur. Tapi ponselnya berbunyi lagi.

Kali ini bukan sebuah telefon melainkan sebuah pesan singkat. Seorin lalu membuka pesan itu.

From: joonmyeon

Subject: !!!

Kenapa telfonku tidak kau angkat.

‘orang ini! Apa dia tidak tau disini sudah malam’ batin Seorin

Ia tidak ingin membalas pesan dari Joonmyeon. Ia meletakan ponselnya kembali diatas meja belajarnya. Saat sedang menaruhnya tangannya tidak sengaja tangannya menyentuh sebuah pajangan foto diatas meja belajarnya. Seorin melihat foto itu. lalu ia tersenyum miris.

Ia menyentuh wajah namja yang ada di foto itu.

‘aku yakin kau masih menyukai ku…….. Byun Baekhyun’

‘akan memperbaiki semuanya’

Seorin lalu menaruh foto itu kembali.

‘ini semua karna dirimu… Kim Joonmyeon’ batin Seorin.

‘kau membuat semuanya menjadi berantakan’

 

 

TBC

9 thoughts on “[FF Freelance] You Should Be Mine (Part 3)

  1. kasian ahyeon hikshiks sedih bacanya:'( ngga ngebayangin gimana rasanya jadi dia:””( lanjut thorrr makin seru:D jgn lama2 yaaa^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s